Loading
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Th05 16, 2026
2 min read
40

Deputi Gubernur Bank Sentral Jepang Ryozo Himino telah menganjurkan "pendekatan holistik" dalam merancang sistem moneter global masa depan, mendesak para pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan opsi di luar mata uang digital bank sentral (CBDC) dan stablecoin. Berbicara di Japan Society for Monetary Economics, Himino menekankan perlunya desain komprehensif yang menyeimbangkan kelayakan teknis, kenyamanan pengguna, dan stabilitas keuangan.
Seruan ini muncul di tengah strategi global yang berbeda. Amerika Serikat mempromosikan stablecoin untuk memperkuat dominasi dolar, sementara Eropa sedang mengembangkan euro digital untuk menyatukan sistem pembayaran ritelnya. Himino mencatat bahwa Jepang siap untuk kedua jalur tersebut, setelah memperkenalkan undang-undang stablecoin dan memulai program percontohan untuk CBDC ritel pada tahun 2023.
Bank Sentral Jepang secara aktif menjajaki alternatif seperti deposito bank yang ditokenisasi dan penggunaan blockchain untuk cadangan bank sentral. Sebuah "proyek sandbox" sedang berjalan untuk menguji kelayakan teknis tokenisasi cadangan untuk pembayaran berbasis blockchain. Inovasi ini berpotensi memungkinkan penyelesaian instan, 24 jam, dan mengurangi risiko sistemik selama peristiwa tekanan.
Strategi Jepang menyoroti pendekatan yang fleksibel dan komprehensif terhadap inovasi keuangan. Dengan menjajaki berbagai jalur secara bersamaan, BOJ bertujuan untuk siap menghadapi berbagai skenario sistem moneter masa depan, memprioritaskan integrasi teknologi baru yang seimbang tanpa terbatas pada satu solusi.
T: Apa sikap utama Jepang terhadap mata uang digital?
J: Jepang mengejar strategi ganda dengan mengembangkan program percontohan CBDC sekaligus telah memberlakukan undang-undang stablecoin yang pionir.
T: Teknologi baru apa yang sedang dijajaki BOJ?
J: BOJ sedang bereksperimen dengan deposito bank yang ditokenisasi dan menggunakan teknologi blockchain untuk cadangan bank sentralnya guna meningkatkan efisiensi penyelesaian.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.