TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 09, 2026
2 min read
24

Harga minyak global mengalami kenaikan tajam, dengan minyak mentah Brent sempat melonjak hampir 30 persen, menyusul pemotongan produksi yang signifikan oleh produsen utama Teluk termasuk Arab Saudi, Irak, dan Kuwait. Gangguan ini berasal dari konflik regional yang meningkat yang secara efektif menghentikan lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz yang vital.
Saudi Aramco memulai pengurangan produksi di ladang minyak utama, sementara Irak memangkas produksi di ladang selatannya sebesar 70 persen menjadi 1,3 juta barel per hari. Demikian pula, Kuwait Petroleum Corp menyatakan force majeure setelah memulai pemotongan produksinya sendiri. Di Bahrain, Bapco Energies juga menyatakan force majeure, memperparah kekhawatiran pasokan di pasar yang sudah bergejolak.
Lonjakan biaya energi telah memicu respons global. Para menteri keuangan G7 akan membahas pelepasan cadangan minyak darurat secara terkoordinasi. Amerika Serikat menghadapi seruan untuk memanfaatkan Cadangan Minyak Strategisnya, sementara negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok mengambil langkah-langkah untuk mengamankan pasokan domestik dan mengendalikan harga bahan bakar.
Pasar tetap bergejolak karena penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan menciptakan tekanan kenaikan harga yang signifikan. Arah pasar di masa depan akan bergantung pada durasi konflik dan efektivitas upaya internasional untuk melepaskan cadangan strategis dan menstabilkan rantai pasokan energi.
T: Mengapa harga minyak meningkat begitu tajam?
J: Harga melonjak karena pemotongan produksi minyak secara bersamaan oleh negara-negara Teluk utama seperti Arab Saudi dan Irak, yang disebabkan oleh konflik regional yang menghentikan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.
T: Apa yang dilakukan untuk mengendalikan harga?
J: Negara-negara G7 sedang membahas pelepasan cadangan minyak darurat secara bersama, dan masing-masing negara menerapkan langkah-langkah seperti pembatasan harga dan penghentian ekspor bahan bakar untuk mengelola krisis.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.