TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 02, 2026
2 min read
24

Harga minyak mentah telah melonjak signifikan menyusul pecahnya konflik militer di Timur Tengah, dengan minyak mentah Brent sempat melampaui $80 per barel. Eskalasi ini telah mengganggu rute pelayaran penting dan memicu volatilitas luas di seluruh pasar keuangan global.
Konflik tersebut, yang melibatkan serangan AS-Israel dan pembalasan Iran, telah membuat lalu lintas di Selat Hormuz hampir terhenti. Harga minyak awalnya melonjak hingga 10% sebelum sedikit menurun. Kenaikan harga mendadak ini menandai kenaikan tahun-ke-tahun signifikan pertama dalam lebih dari setahun, mengintensifkan kekhawatiran tentang pasokan energi global.
Lonjakan biaya energi memicu kekhawatiran inflasi, mempersulit prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve. Akibatnya, pasar sedang merevisi ekspektasi penurunan suku bunga. Dolar AS telah menguat sebagai aset safe-haven, sementara indeks saham global telah menurun antara 1% dan 2% di tengah peningkatan penghindaran risiko.
Durasi konflik akan menjadi krusial dalam menentukan dampak jangka panjang pada harga energi dan pasar keuangan. Investor memantau dengan cermat perkembangan geopolitik dan potensi mereka untuk lebih menekan rantai pasokan global.
T: Mengapa harga minyak melonjak?
J: Harga melonjak karena konflik militer baru di Timur Tengah, yang telah mengganggu jalur pelayaran penting Selat Hormuz.
T: Bagaimana ini memengaruhi ekonomi global?
J: Ini meningkatkan risiko inflasi, memberi tekanan pada bank sentral seperti Federal Reserve, menguatkan dolar AS, dan menyebabkan pasar saham jatuh.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait