Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
मार्च ०४, २०२६
2 min read
14

Harga minyak melonjak lebih dari $1 karena konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran secara parah mengganggu produksi di Timur Tengah dan menghentikan ekspor utama. Minyak mentah Brent naik $1,11, atau 1,4%, menjadi $82,53 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 79 sen, atau 1,1%, menjadi $75,37.
Kenaikan harga ini menyusul serangan militer oleh pasukan AS dan Israel terhadap target di Iran, yang menyebabkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi. Akibatnya, Irak, produsen terbesar kedua OPEC, telah memangkas produksinya hampir 1,5 juta barel per hari. Selain itu, lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz, jalur vital untuk sekitar seperlima minyak dunia, telah ditutup secara efektif selama empat hari.
Gangguan ini memaksa importir besar seperti India dan Indonesia untuk mencari pasokan energi alternatif. Saudi Aramco dilaporkan berusaha mengalihkan beberapa ekspor melalui Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz. Namun, membatasi kenaikan harga, Presiden AS Donald Trump menyarankan Angkatan Laut AS dapat mengawal kapal tanker minyak. Selain itu, stok minyak mentah AS secara tak terduga naik 5,6 juta barel, jauh di atas proyeksi analis.
Meskipun konflik langsung telah memperketat pasokan global dan mendorong harga lebih tinggi, potensi intervensi militer untuk mengamankan jalur pelayaran dan meningkatnya persediaan AS menyajikan faktor penyeimbang. Pasar akan memantau dengan cermat perkembangan di Selat Hormuz dan kapasitas produksi Irak dalam beberapa hari mendatang.
T: Mengapa harga minyak naik?
J: Harga naik karena gangguan pasokan yang parah di Timur Tengah menyusul konflik militer yang melibatkan Iran, yang telah menghentikan ekspor regional dan memangkas produksi.
T: Rute minyak utama mana yang terpengaruh?
J: Selat Hormuz, jalur penting yang bertanggung jawab untuk mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia, telah ditutup secara efektif untuk lalu lintas.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.