TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
फ़र. ०४, २०२६
2 min read
4

Saham Nintendo Co Ltd (TYO:7974) mengalami penurunan signifikan hampir 11% setelah perusahaan mengumumkan pendapatan operasional kuartal ketiga fiskal sebesar 155,21 miliar yen, jauh di bawah proyeksi 180,7 miliar yen. Hal ini memicu kekhawatiran investor terhadap profitabilitas konsol Switch 2 miliknya.
Meskipun penjualan Switch 2 mencapai 17,37 juta unit sejak diluncurkan pada pertengahan 2025, Nintendo menghadapi penurunan margin keuntungan. Faktor-faktor utama meliputi strategi penetapan harga yang agresif, dampak tarif perdagangan AS, dan kenaikan tajam harga chip memori global. Permintaan chip yang meningkat dari industri kecerdasan buatan diperkirakan akan terus mendorong biaya lebih tinggi.
Penurunan saham ini menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terburuk di indeks Nikkei 225. Lingkungan pasar yang menantang ini diakui oleh Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa. Memperparah masalah ini adalah kekhawatiran yang muncul mengenai gangguan jangka panjang dari alat AI seperti Google Genie, yang dapat mengubah lanskap pengembangan video game.
Nintendo menghadapi periode yang menantang yang ditandai dengan menyusutnya margin karena tekanan biaya eksternal dan ancaman teknologi baru. Investor memantau dengan cermat bagaimana perusahaan akan mengatasi hambatan ini untuk mempertahankan profitabilitas dan kepemimpinan pasar.
T: Mengapa harga saham Nintendo anjlok tajam?
J: Saham anjlok setelah pendapatan operasional kuartal ketiga meleset dari perkiraan analis, menimbulkan kekhawatiran tentang profitabilitas dan margin konsol Switch 2 miliknya.
T: Apa tantangan utama yang dihadapi Nintendo?
J: Tantangan utama meliputi kenaikan biaya chip memori, tarif perdagangan AS, dan potensi gangguan pada industri game dari teknologi AI baru.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait