TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 26, 2026
2 min read
28

Seorang pengacara untuk Elon Musk secara resmi meminta seorang hakim federal untuk meninjau putusan juri baru-baru ini yang menyatakan Musk bertanggung jawab atas penipuan terhadap investor Twitter. Permintaan tersebut, yang diajukan di pengadilan federal San Francisco, menuduh para juri bertindak tidak semestinya dan bias terhadap Musk.
Gugatan ini dapat memengaruhi putusan di mana kerugian dapat mencapai $2,5 miliar.
Dalam surat kepada pengadilan, pengacara Alex Spiro menyoroti bahwa para juri menulis angka "$4.20" pada formulir putusan. Tim hukum berpendapat bahwa "lelucon angka" ini, sebuah referensi ke angka yang sering digunakan Musk, menunjukkan bahwa juri bermaksud untuk "mengirim pesan" daripada memberikan putusan yang tidak memihak berdasarkan bukti yang disajikan selama persidangan.
Putusan awal menyatakan Musk bertanggung jawab atas dua pernyataan yang mempertanyakan jumlah akun palsu di Twitter setelah ia mengumumkan rencana akuisisinya. Investor berpendapat bahwa komentar-komentar ini dibuat untuk menekan harga saham Twitter, menyebabkan mereka mengalami kerugian finansial saat menjual saham. Musk menyelesaikan akuisisi pada Oktober 2022.
Mosi untuk peninjauan yudisial ini memperkenalkan ketidakpastian baru dalam pertarungan hukum berisiko tinggi ini. Hasilnya kini akan bergantung pada apakah Hakim Distrik AS Charles Breyer menganggap tindakan juri cukup untuk mempertanyakan integritas putusan. Pengacara para investor belum menanggapi.
T: Mengapa tim hukum Elon Musk menggugat putusan tersebut?
J: Mereka mengklaim juri bias, menggunakan catatan "$4.20" pada formulir putusan sebagai bukti bahwa para juri mengejek Musk alih-alih bersikap tidak memihak.
T: Atas apa Musk dinyatakan bertanggung jawab?
J: Ia dinyatakan bertanggung jawab atas pembuatan pernyataan menyesatkan tentang akun palsu di Twitter, yang diduga merugikan investor dengan menekan harga saham perusahaan sebelum ia menyelesaikan akuisisinya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.