Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 28, 2026
2 min read
20

Reasuradur besar Munich Re dan perusahaan asuransi Chubb telah merilis laporan yang menyimpulkan bahwa AI agentik akan secara primer meningkatkan frekuensi serangan siber. Para ahli percaya bahwa tingkat keparahan serangan ini cenderung tidak akan meningkat dalam waktu dekat.
Laporan-laporan tersebut menyoroti bahwa kerugian siber yang diasuransikan terkonsentrasi pada ransomware, pelanggaran data, kompromi email bisnis, dan serangan distributed denial-of-service. Ancaman-ancaman ini tidak terbatas pada industri tertentu, dengan sektor pemerintahan, manufaktur, dan teknologi diidentifikasi memiliki paparan tertinggi pada tahun 2025. Taktik ransomware telah berkembang, kini sering menggabungkan eksfiltrasi data dengan enkripsi, didorong oleh pengintaian otomatis AI.
Peningkatan serangan berbasis AI diperkirakan akan berdampak pada berbagai cakupan asuransi. Ini termasuk kerugian pihak pertama dari kegagalan sistem, gangguan bisnis, dan pemerasan siber. Industri juga mengantisipasi peningkatan klaim pihak ketiga terkait pelanggaran privasi dan kesalahan teknologi. Chubb mencatat bahwa pelaku kejahatan dapat menggunakan AI otonom untuk mengkompromikan sistem dalam hitungan menit, secara signifikan memperpendek waktu untuk intervensi manusia.
Munich Re mengidentifikasi gelombang risiko siber berikutnya sebagai kombinasi ketegangan geopolitik, kerentanan rantai pasokan, kejahatan siber canggih, dan proliferasi AI agentik. Teknologi ini sudah memungkinkan pembuatan deepfake yang meyakinkan dan situs web penipuan, secara eksponensial memperluas permukaan serangan untuk rekayasa sosial dan kampanye phishing.
T: Bagaimana AI agentik akan secara primer memengaruhi serangan siber?
J: AI agentik diperkirakan akan meningkatkan frekuensi serangan siber, seperti ransomware dan pelanggaran data, daripada tingkat keparahannya dalam jangka pendek.
T: Sektor mana saja yang paling rentan terhadap serangan ini?
J: Pemerintah, perusahaan manufaktur, dan perusahaan teknologi diproyeksikan menghadapi paparan tertinggi terhadap serangan siber berbasis AI pada tahun 2025.
T: Kemampuan baru apa yang diberikan AI kepada penjahat siber?
J: AI memungkinkan penyerang untuk mengotomatiskan pengintaian, menghasilkan deepfake dan situs web realistis untuk phishing, serta melakukan rekayasa sosial yang dipersonalisasi dalam skala besar.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.