Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 17, 2026
2 min read
33

Analisis terbaru Morgan Stanley mempertanyakan peran tradisional emas sebagai aset safe-haven. Laporan tersebut menyoroti bahwa harga emas tetap 10% di bawah level pra-konflik, bahkan ketika kelas aset lainnya telah pulih sepenuhnya. Kinerja yang kurang memuaskan ini disebabkan oleh korelasi tinggi emas dengan aset berisiko dan lingkungan ekonomi saat ini.
Bank investasi tersebut mencatat korelasi 90% antara emas dan S&P 500 dalam enam bulan hingga Januari, menunjukkan bahwa emas berfungsi sebagai campuran aset berisiko dan investasi alternatif. Guncangan pasokan global, ditambah dengan imbal hasil obligasi yang hanya terkoreksi sebagian, telah membuat emas yang tidak menghasilkan imbal hasil menjadi kurang menarik dalam portofolio investor.
Tekanan jual yang signifikan telah diamati dari berbagai sumber. Bank sentral Turki menjual 52 ton, dan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) melikuidasi sekitar 90 ton pada bulan Maret. Namun, Morgan Stanley mengidentifikasi potensi pemulihan yang didorong oleh pembelian ETF yang diperbarui, pembelian agresif oleh bank sentral Tiongkok, dan pelemahan dolar AS.
Ke depan, Morgan Stanley memperkirakan bahwa harga emas dapat mencapai $5.200 per ons pada paruh kedua tahun 2026. Risiko penurunan utama termasuk eskalasi kembali konflik yang dapat mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi atau penurunan tajam di pasar ekuitas yang memicu likuidasi untuk memenuhi panggilan margin.
T: Mengapa daya tarik emas sebagai safe-haven dipertanyakan?
J: Emas berkinerja buruk selama volatilitas pasar baru-baru ini dan menunjukkan korelasi tinggi dengan pasar ekuitas, membuatnya berperilaku lebih seperti aset berisiko.
T: Berapa perkiraan harga emas jangka panjang Morgan Stanley?
J: Perusahaan tersebut memproyeksikan harga emas dapat mencapai $5.200 per ons pada paruh kedua tahun 2026, didukung oleh faktor-faktor seperti pembelian bank sentral dan dolar yang lebih lemah.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.