Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
May 13, 2026
2 min read
38

Leerink Partners telah meningkatkan peringkat saham Johnson & Johnson dari "Berkinerja Sesuai Pasar" menjadi "Berkinerja Unggul", menetapkan target harga 12 bulan baru sebesar $265. Target baru ini mewakili potensi kenaikan sekitar 18% dari harga penutupan saham baru-baru ini, menandakan kepercayaan yang kuat dari perusahaan pialang tersebut.
Peningkatan peringkat ini didasarkan pada prospek pertumbuhan yang semakin cepat yang didorong oleh gelombang peluncuran obat baru. Analis menunjuk pada perluasan lini produk onkologi dan imunologi perusahaan sebagai pendorong utama. Empat produk—Icotyde, Inlexzo, Rybrevant, dan Tremfya—secara khusus disorot sebagai pendorong periode ekspansi baru ini bagi raksasa farmasi tersebut.
Mencerminkan optimisme ini, Leerink kini memproyeksikan pendapatan Johnson & Johnson akan mencapai tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 7,2% antara tahun 2026 dan 2031. Proyeksi ini secara signifikan lebih tinggi dari ekspektasi konsensus Wall Street saat ini sekitar 6% untuk periode yang sama, menunjukkan potensi kinerja pasar yang jauh lebih baik.
Revisi positif dari Leerink Partners menggarisbawahi potensi lini produk obat J&J yang kuat untuk menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan. Fokus investor kemungkinan akan beralih ke kinerja dan adopsi pasar produk-produk utama baru ini dalam beberapa kuartal mendatang.
T: Mengapa saham Johnson & Johnson ditingkatkan peringkatnya?
J: Saham tersebut ditingkatkan peringkatnya karena prospek pertumbuhan yang semakin cepat yang didorong oleh peluncuran obat baru dan perluasan lini produk onkologi dan imunologi.
T: Berapa target harga baru untuk J&J menurut Leerink?
J: Target harga 12 bulan yang baru adalah $265, yang menyiratkan potensi kenaikan sekitar 18% dari harga penutupan terakhirnya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.