Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 13, 2026
2 min read
38

Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz, titik cekik maritim yang krusial, sebagai tanggapan atas serangan militer. Tindakan ini telah menghentikan lalu lintas di jalur air yang menangani sekitar 20% pasokan minyak global dan gas alam cair, menyebabkan lonjakan harga energi segera dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi krisis energi global.
Penutupan ini merupakan pembalasan langsung atas apa yang disebut pejabat Iran sebagai konflik eksistensial. Akibatnya, lalu lintas maritim melalui selat tersebut telah anjlok sebesar 97%, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa. Jalur sempit ini adalah satu-satunya jalur keluar laut bagi produsen energi utama seperti Qatar, Kuwait, dan UEA, menjadikan penutupannya ancaman signifikan bagi rantai pasokan global.
Dampak langsungnya adalah lonjakan harga minyak ke level tertinggi sejak tahun 2022. Penutupan yang berkepanjangan mengancam krisis biaya hidup baru, serupa dengan yang terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina. Selain itu, dengan 33% pupuk dunia melewati selat ini, blokade tersebut menimbulkan risiko besar terhadap ketahanan pangan global.
Meskipun AS dan negara-negara Eropa sedang mempertimbangkan pengawalan angkatan laut untuk melindungi pelayaran komersial, mengamankan selat ini merupakan tantangan besar karena geografinya dan kemampuan militer Iran, termasuk drone, ranjau, dan kapal serang cepat. Stabilitas ekonomi jangka panjang kini bergantung pada durasi konflik dan efektivitas intervensi internasional.
T: Mengapa Iran menutup Selat Hormuz?
J: Tindakan tersebut merupakan pembalasan terhadap serangan militer AS-Israel, yang digambarkan oleh pejabat Iran sebagai ancaman eksistensial.
T: Berapa persentase minyak global yang biasanya melewati selat ini?
J: Sekitar seperlima, atau 20%, dari total pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz.
Sumber: Reuters melalui Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.