Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
4月 10, 2026
2 min read
44

Konflik baru-baru ini yang melibatkan Iran telah menyebabkan gangguan parah dalam produksi minyak global, membalikkan perkiraan pasar dari surplus yang nyaman menjadi defisit pasokan rata-rata 750.000 barel per hari (bph) untuk tahun ini, menurut jajak pendapat analis Reuters.
Ini menandai pembalikan signifikan dari jajak pendapat September lalu, yang memperkirakan surplus 1,63 juta bph untuk tahun 2026.
Konflik tersebut secara efektif menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz, saluran penting untuk sekitar seperlima konsumsi global. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan perang tersebut mengurangi pasokan minyak sekitar 11 juta bph pada akhir Maret. Demikian pula, bank ANZ mencatat bahwa sekitar 9 juta bph pasokan minyak mentah telah ditarik dari pasar.
Analis memproyeksikan rata-rata kehilangan produksi sebesar 2,13 juta bph sepanjang tahun, dengan defisit diperkirakan mencapai puncaknya pada kuartal kedua sekitar 3 juta bph. Guncangan pasokan ini telah mendorong kenaikan 30% dalam perkiraan minyak mentah Brent 2026 menjadi $82,85 per barel dan meningkatkan harga minyak secara keseluruhan sekitar 50%. Pemulihan tingkat produksi pra-konflik diperkirakan akan menjadi proses yang lambat dan menantang.
Pasar minyak global kini menghadapi periode ketatnya pasokan dan volatilitas harga yang meningkat. Durasi gangguan di Selat Hormuz tetap menjadi faktor kunci yang harus diperhatikan. Analis memperingatkan bahwa 1 hingga 2 juta bph kapasitas produksi dapat hilang secara permanen, yang secara fundamental akan memperketat pasar dalam jangka panjang.
T: Apa yang menyebabkan pasar minyak bergeser ke defisit?
J: Konflik yang melibatkan Iran mengganggu produksi dan menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz, menghilangkan jutaan barel per hari dari pasokan global.
T: Seberapa besar pasokan minyak terpengaruh?
J: IEA memperkirakan konflik tersebut telah menyusutkan pasokan minyak sekitar 11 juta bph pada akhir Maret, menyebabkan defisit rata-rata yang diperkirakan sebesar 750.000 bph untuk tahun ini.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.