TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2月 04, 2026
2 min read
2

Saham-saham teknologi informasi utama India, termasuk Infosys dan Wipro, mengalami penurunan tajam pada hari Rabu. Aksi jual ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan dari teknologi kecerdasan buatan canggih yang dapat bersaing dengan layanan IT tradisional.
Penurunan di sektor IT India mencerminkan kemerosotan semalam pada saham layanan perangkat lunak AS. Keterpurukan global ini dipicu oleh peluncuran plug-in hukum untuk agen Claude Cowork milik Anthropic, sebuah alat AI yang mampu mengotomatiskan fungsi-fungsi kompleks dalam bidang hukum, penjualan, dan analisis data. Indeks Nifty 50 sangat terpengaruh oleh penurunan konstituen IT utamanya.
Infosys memimpin kerugian dengan penurunan harga saham yang signifikan sebesar 7,2%. Raksasa industri lainnya juga menghadapi tekanan jual yang besar, dengan Wipro turun 4,1%, sementara HCL Infosystems dan Tata Consultancy Services masing-masing turun lebih dari 5%. Kekhawatiran utamanya adalah bahwa agen AI dapat menggantikan kebutuhan akan layanan offshoring dan konsultasi perangkat lunak, yang merupakan sumber pendapatan utama bagi perusahaan-perusahaan ini.
Meskipun aksi jual ini mencerminkan kecemasan pasar yang serius, beberapa analis menyarankan bahwa reaksi tersebut mungkin berlebihan. Sebuah catatan dari JP Morgan menggambarkan penurunan baru-baru ini sebagai reaksi "spontan", mempertanyakan ancaman langsung AI terhadap perangkat lunak perusahaan yang sangat penting. Meskipun demikian, sentimen negatif terus menekan sektor perangkat lunak secara global.
T: Mengapa saham IT India anjlok tajam?
J: Saham-saham tersebut anjlok karena meningkatnya kekhawatiran investor bahwa agen AI canggih, seperti Claude Cowork milik Anthropic, dapat mengganggu model bisnis mereka dengan mengotomatiskan layanan yang secara tradisional mereka sediakan.
T: Perusahaan mana saja yang paling terpengaruh?
J: Infosys mengalami penurunan terbesar sebesar 7,2%, diikuti oleh Wipro, HCL Infosystems, dan Tata Consultancy Services, yang semuanya mencatat penurunan signifikan.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait