Google Berupaya Menunda Perintah Berbagi Data di Tengah Banding

User profile image

TrustFinance Global Insights

Thg 01 16, 2026

2 min read

2

Google Berupaya Menunda Perintah Berbagi Data di Tengah Banding

Google Meminta Penundaan Mandat Berbagi Data

Google milik Alphabet secara resmi telah meminta seorang hakim AS untuk menunda perintah yang akan memaksa perusahaan tersebut untuk berbagi data kepemilikan dengan para pesaing. Permintaan ini diajukan saat Google bersiap untuk mengajukan banding atas putusan penting yang menyatakan bahwa mereka memegang monopoli ilegal di pasar pencarian online. Perusahaan berpendapat bahwa kepatuhan segera akan berisiko mengungkap rahasia dagang yang berharga tanpa jalan keluar jika bandingnya berhasil.

Tinjauan Putusan Antimonopoli

Pada tahun 2024, Hakim Distrik AS Amit Mehta memutuskan bahwa Google menggunakan strategi melanggar hukum untuk melindungi dominasinya dalam pencarian online. Sebagai upaya perbaikan, pengadilan memerintahkan Google untuk berbagi data tertentu dengan para pesaing, termasuk perusahaan AI generatif seperti OpenAI. Google berpendapat bahwa tindakan ini berlebihan. Namun, perusahaan tidak berusaha menunda persyaratan lain, seperti membatasi durasi kontrak untuk pra-instal aplikasi-aplikasinya, termasuk chatbot AI Gemini, menjadi satu tahun.

Implikasi Ekonomi dan Pasar

Sengketa hukum ini menggarisbawahi ketegangan yang terus-menerus antara penegakan antimonopoli dan perlindungan kekayaan intelektual di sektor teknologi. Penundaan perintah berbagi data akan memungkinkan Google untuk melindungi aset data kompetitifnya sementara proses banding berlangsung. Hasil akhir banding dapat menetapkan preseden penting tentang bagaimana data ditangani dalam kasus antimonopoli dan dapat memengaruhi lanskap kompetitif untuk teknologi pencarian dan AI, secara langsung berdampak pada Google dan para pesaingnya.

Ringkasan dan Prospek

Meskipun siap untuk mematuhi upaya perbaikan yang kurang krusial, Google sangat menentang mandat berbagi data. Departemen Kehakiman AS dan koalisi negara bagian memiliki waktu hingga 3 Februari untuk memutuskan apakah mereka akan mengajukan banding silang untuk sanksi yang lebih berat, seperti memaksa penjualan peramban Chrome. Pasar keuangan dan industri teknologi akan memantau dengan cermat keputusan pengadilan banding, yang akan memiliki konsekuensi jangka panjang bagi regulasi perusahaan teknologi besar.

FAQ

T: Mengapa Google meminta penundaan atas perintah pengadilan?
J: Google meminta penundaan untuk menghindari berbagi apa yang dianggapnya sebagai rahasia dagang dengan para pesaing saat mengajukan banding atas putusan antimonopoli pengadilan, yang diyakininya tidak beralasan.

T: Apa putusan awal terhadap Google?
J: Seorang Hakim Distrik AS memutuskan bahwa Google menggunakan taktik melanggar hukum untuk secara ilegal mempertahankan monopolinya di pasar pencarian online.

T: Apakah semua bagian dari putusan ditunda?
J: Tidak, Google hanya berusaha menunda persyaratan untuk berbagi data dan hasil sindikasi. Mereka siap untuk mematuhi upaya perbaikan lainnya, seperti membatasi kontrak pra-instal aplikasi.

Sumber: Investing.com

Ditulis oleh

User profile image

TrustFinance Global Insights

AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.