TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 06, 2026
2 min read
17

Goldman Sachs melaporkan bahwa harga minyak mentah kemungkinan akan melampaui $100 per barel jika gangguan kritis dalam aliran melalui Selat Hormuz terus berlanjut tanpa penyelesaian. Bank investasi tersebut mengindikasikan bahwa mereka mungkin akan segera merevisi perkiraan harga minyaknya jika situasi tidak menunjukkan tanda-tanda normalisasi.
Peringatan ini muncul karena konflik di Timur Tengah telah sangat memengaruhi ekspor energi melalui titik sempit maritim yang vital. Goldman Sachs memperkirakan bahwa rata-rata aliran harian melalui selat tersebut turun sebesar 90%. Gangguan ini telah mendorong minyak mentah mencapai kenaikan mingguan paling signifikan sejak volatilitas yang didorong pandemi pada tahun 2020.
Bank tersebut lebih lanjut memperingatkan bahwa harga minyak dan produk olahan dapat melampaui puncak tahun 2008 dan 2022 jika selat tersebut sebagian besar tetap tertutup sepanjang bulan Maret. Analisis ini juga digaungkan oleh institusi keuangan lainnya, dengan Barclays menyarankan bahwa minyak mentah Brent berpotensi menguji angka $120 per barel jika konflik berlanjut.
Pasar memantau ketegangan geopolitik dengan cermat, karena penghentian aliran Hormuz yang berkepanjangan menimbulkan risiko kenaikan yang signifikan terhadap harga energi global. Investor dan pembuat kebijakan kini harus memantau setiap perkembangan yang dapat mengarah pada penyelesaian cepat atau eskalasi lebih lanjut.
Q: Berapa perkiraan kasus dasar Goldman Sachs saat ini untuk minyak mentah Brent?
A: Perkiraan saat ini adalah di kisaran $80-an untuk bulan Maret dan $70-an tinggi untuk kuartal kedua.
Q: Berapa banyak penurunan aliran minyak melalui Selat Hormuz?
A: Goldman Sachs saat ini memperkirakan bahwa rata-rata aliran harian telah berkurang sebesar 90%.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait