Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
มี.ค. 04, 2026
2 min read
31

Goldman Sachs telah menaikkan perkiraan harga rata-rata minyak mentah Brent untuk Q2 2026 menjadi $76 per barel, kenaikan sebesar $10. Bank tersebut juga menaikkan perkiraan West Texas Intermediate (WTI) sebesar $9 menjadi $71 per barel, dengan alasan potensi gangguan pasokan.
Perkiraan yang diperbarui ini didasarkan pada asumsi berkurangnya aliran minyak melalui Selat Hormuz, sebuah titik hambatan energi global yang penting. Bank tersebut mengantisipasi bahwa hal ini akan menyebabkan penurunan signifikan dalam persediaan OECD dan produksi minyak Timur Tengah pada bulan Maret.
Bank investasi tersebut mencatat bahwa perkiraannya sangat condong ke arah kenaikan. Gangguan yang berkepanjangan dapat mendorong harga Brent menuju $100 per barel untuk mengekang permintaan. Sebaliknya, normalisasi aliran minyak yang lebih cepat dari perkiraan menimbulkan risiko penurunan harga.
Pelaku pasar akan memantau dengan cermat perkembangan geopolitik yang memengaruhi Selat Hormuz. Perkiraan jangka panjang bank untuk akhir 2026 dan 2027 juga telah direvisi, menunjukkan prospek yang kompleks untuk pasar minyak global.
T: Mengapa Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyaknya?
J: Perkiraan tersebut dinaikkan karena antisipasi gangguan pasokan dari berkurangnya aliran minyak melalui Selat Hormuz, yang diperkirakan akan menurunkan persediaan.
T: Berapa perkiraan baru minyak mentah Brent untuk Q2 2026?
J: Perkiraan yang direvisi untuk minyak mentah Brent Q2 2026 adalah $76 per barel.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.