TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
May 09, 2026
2 min read
19

Goldman Sachs telah secara signifikan menaikkan proyeksinya untuk yuan Tiongkok, mengutip kekuatan ekonomi fundamental. Bank tersebut merevisi target USD/CNY onshore-nya menjadi 6,80 dalam tiga bulan, 6,70 dalam enam bulan, dan 6,50 dalam dua belas bulan, menandakan lintasan apresiasi yang lebih kuat untuk mata uang tersebut.
Proyeksi yang diperbarui didorong oleh daya saing ekspor Tiongkok yang kuat dan surplus eksternal yang besar. Menurut analisis Goldman, yuan tetap lebih dari 20% undervalued terhadap dolar AS. Pandangan ini didukung oleh data terbaru yang menunjukkan lonjakan ekspor Tiongkok sebesar 14,1% pada bulan April. Bank tersebut menekankan bahwa kasus untuk yuan yang lebih kuat adalah fundamental jangka panjang, melampaui potensi hasil negosiasi perdagangan.
Meskipun mengakui risiko jangka pendek seperti harga energi yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lemah di antara mitra dagang, Goldman melihat manfaat jangka panjang bagi Tiongkok. Pergeseran global menuju keamanan energi diharapkan menguntungkan negara tersebut karena dominasinya dalam rantai pasokan energi bersih, lebih lanjut mendukung neraca perdagangan dan valuasi mata uangnya.
Proyeksi revisi Goldman Sachs menunjukkan penguatan yuan yang berkelanjutan, didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat daripada katalis pasar jangka pendek. Investor akan memantau data ekspor Tiongkok dan tren energi global sebagai indikator kunci untuk jalur mata uang tersebut.
T: Berapa proyeksi USD/CNY baru Goldman Sachs?
J: Proyeksi yang direvisi adalah 6,80 dalam tiga bulan, 6,70 dalam enam bulan, dan 6,50 dalam dua belas bulan.
T: Mengapa Goldman Sachs menaikkan proyeksi yuan-nya?
J: Revisi ini didasarkan pada daya saing ekspor Tiongkok yang kuat, surplus eksternal yang besar, dan model valuasi yang menunjukkan bahwa yuan undervalued lebih dari 20%.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait