TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 03 13, 2026
2 min read
13

Goldman Sachs telah merevisi proyeksinya untuk minyak mentah Brent, memproyeksikan harga rata-rata lebih dari $100 per barel untuk bulan Maret dan $85 untuk bulan April. Penyesuaian ini terjadi di tengah volatilitas harga energi yang signifikan.
Pendorong utama lonjakan harga adalah konflik geopolitik di Timur Tengah, kerusakan infrastruktur energi regional, dan gangguan besar di Selat Hormuz. Kontrak berjangka Brent untuk bulan Mei saat ini diperdagangkan sekitar $100,13 per barel, menandai kenaikan mingguan sekitar 8% setelah baru-baru ini mencapai level tertinggi $119,50, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan tahun 2022.
Bank tersebut mengantisipasi bahwa harga dapat secara bertahap menurun ke level rendah $70-an di akhir tahun. Namun, skenario gangguan yang berkepanjangan, seperti penutupan Selat Hormuz selama dua bulan, dapat mendorong harga rata-rata kuartal keempat dari $71 menjadi $93 per barel. Goldman juga telah menaikkan proyeksi Q4 2026 untuk Brent menjadi $71.
Prospek jangka pendek untuk minyak mentah Brent tetap tinggi, sangat dipengaruhi oleh risiko geopolitik. Pelaku pasar akan memantau dengan cermat situasi di Selat Hormuz, yang merupakan faktor penting untuk stabilitas harga sepanjang sisa tahun ini.
Q: Berapa proyeksi harga minyak Brent baru Goldman Sachs untuk bulan Maret?
A: Bank tersebut memperkirakan minyak mentah Brent akan rata-rata di atas $100 per barel pada bulan Maret.
Q: Apa penyebab kenaikan harga minyak yang diperkirakan?
A: Proyeksi ini didorong oleh volatilitas geopolitik, kerusakan infrastruktur energi Timur Tengah, dan gangguan di Selat Hormuz.
Q: Bagaimana prospek harga jangka panjang menurut laporan tersebut?
A: Goldman Sachs melihat harga berpotensi kembali ke level rendah $70-an di akhir tahun jika gangguan pasokan tidak berlanjut.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

17 Thg 04 2026
Produsen Telur AS Menghadapi Gugatan Antimonopoli DOJ

17 Thg 04 2026
Indeks MOEX Rusia Merosot 0,60% akibat Kerugian Sektor