Loading
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
5月 18, 2026
2 min read
19

Harga emas turun ke level terendah dalam satu setengah bulan selama perdagangan Asia, bereaksi terhadap kombinasi kenaikan imbal hasil obligasi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Emas spot mengalami penurunan signifikan sebesar 1,3%, sementara harga emas berjangka turun 1,7%, mencerminkan sentimen negatif yang luas di pasar logam mulia.
Pendorong utama aksi jual ini adalah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun mencapai level tertinggi dalam satu bulan, dan imbal hasil obligasi Jepang 10 tahun naik ke puncak 29 tahun. Tren ini didorong oleh kekhawatiran pasar bahwa potensi konflik di Timur Tengah dapat menyebabkan inflasi yang didorong oleh energi, mendorong bank sentral di seluruh dunia untuk mengadopsi kebijakan moneter yang lebih hawkish.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset non-produktif seperti emas, menjadikan obligasi investasi yang lebih menarik. Skenario ini juga telah memperkuat dolar AS, menambah tekanan lebih lanjut pada harga logam. Logam mulia lainnya juga terpengaruh, dengan perak spot turun 1,9% dan platinum spot menurun 0,3%.
Prospek emas tetap di bawah tekanan karena investor mempertimbangkan dampak potensi kenaikan suku bunga terhadap peran tradisional logam sebagai aset safe-haven. Pelaku pasar akan terus memantau sinyal bank sentral dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah dengan cermat.
T: Mengapa kenaikan imbal hasil obligasi biasanya merugikan harga emas?
J: Kenaikan imbal hasil meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan, karena investor dapat memperoleh pengembalian yang lebih baik dari aset berbunga seperti obligasi.
T: Apa faktor utama yang mendorong pergerakan harga emas saat ini?
J: Faktor-faktor utamanya adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah global, dolar AS yang lebih kuat, dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpusat pada AS dan Iran.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.