TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 06, 2026
2 min read
3

Menyusul kegagalan usulan merger senilai $240 miliar dengan Rio Tinto, Glencore kini diperkirakan akan memprioritaskan penjualan aset jangka pendek. Grup pertambangan yang berbasis di Swiss ini dilaporkan sedang bersiap untuk menjual 70% sahamnya di Kazzinc, produsen seng dan emas di Kazakhstan, dalam kesepakatan yang dinilai analis sekitar $5 miliar. Langkah ini menandakan pergeseran strategis setelah upaya merger ketiga yang gagal antara dua raksasa pertambangan tersebut, yang terhenti karena ketidaksepakatan penilaian.
Fokus Glencore dialihkan untuk memperkuat portofolio tembaganya, logam kunci untuk transisi energi global. CEO Gary Nagle secara konsisten menganjurkan konsolidasi industri untuk menciptakan nilai dan menarik minat investor. Perusahaan ini bertujuan untuk hampir menggandakan produksi tembaganya menjadi 1,6 juta metrik ton pada tahun 2035 melalui pengembangan tambang baru dan optimalisasi operasi yang sudah ada.
Investor mengantisipasi Glencore akan melakukan divestasi individual untuk menciptakan bisnis tembaga dan perdagangan yang lebih terkonsentrasi, berpotensi menarik kelipatan valuasi yang lebih tinggi. Meskipun saham Glencore turun lebih dari 10% setelah pembicaraan merger gagal, saham tersebut telah naik 19% sejak awal tahun. Perusahaan ini juga sedang dalam pembicaraan untuk menjual saham di bisnis tembaga Kongonya dan berkolaborasi dengan Vale dalam usaha nikel di Kanada.
Dalam jangka pendek, strategi Glencore akan berpusat pada penataan portofolionya untuk membuka nilai dan menginvestasikan kembali pada komoditas inti seperti tembaga. Meskipun analis tidak sepenuhnya mengesampingkan pembicaraan di masa depan dengan Rio Tinto, aturan pengambilalihan Inggris mencegah pendekatan baru selama enam bulan, menjadikannya prospek yang tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
T: Mengapa merger Glencore-Rio Tinto gagal?
J: Pembicaraan merger dibatalkan karena ketidaksepakatan signifikan mengenai valuasi dan struktur kepemilikan yang diusulkan dari entitas gabungan.
T: Apa fokus strategis utama Glencore saat ini?
J: Glencore berfokus pada penjualan aset non-inti untuk mengumpulkan modal dan memperkuat portofolionya dalam logam-logam penting untuk transisi energi, khususnya tembaga.
Sumber: Reuters via Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait