TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 01, 2026
2 min read
1

Ford Motor Company secara terbuka membantah laporan Financial Times yang mengklaim bahwa mereka telah mengadakan diskusi dengan produsen kendaraan listrik Tiongkok, Xiaomi, mengenai pembentukan usaha patungan untuk memproduksi EV di Amerika Serikat. Ford menggambarkan laporan tersebut sebagai "sepenuhnya salah," menyangkal adanya pembicaraan kemitraan semacam itu.
Penolakan ini muncul di tengah pengawasan ketat dari anggota parlemen AS mengenai kolaborasi antara produsen mobil Amerika dan perusahaan Tiongkok. Sebuah komite DPR AS baru-baru ini mempertanyakan CEO Ford tentang potensi usaha patungan dengan produsen mobil Tiongkok BYD dan kemitraan teknologi yang ada dengan raksasa baterai CATL, dengan alasan risiko keamanan nasional dan rantai pasokan.
Situasi ini menyoroti tantangan kompetitif yang dihadapi produsen mobil Amerika Utara, yang sedang mengkalibrasi ulang strategi EV mereka karena biaya tinggi dan persaingan ketat dari pesaing Tiongkok. Ford sendiri baru-baru ini mengumumkan penghapusan nilai buku yang signifikan dan pengurangan beberapa model EV saat mereka beralih ke kendaraan yang lebih terjangkau dan hibrida.
Meskipun Ford telah dengan tegas membantah rumor kemitraan Xiaomi, insiden ini menggarisbawahi iklim politik yang sensitif seputar hubungan bisnis AS-Tiongkok di sektor otomotif strategis. Industri terus menavigasi lanskap kompleks persaingan pasar dan pengawasan regulasi.
T: Apakah Ford dan Xiaomi membahas usaha patungan EV?
J: Tidak, Ford secara resmi membantah laporan tersebut, menyatakan bahwa itu "sepenuhnya salah".
T: Mengapa anggota parlemen AS khawatir tentang kemitraan ini?
J: Kekhawatiran berpusat pada potensi kerentanan rantai pasokan dan ancaman ekonomi yang ditimbulkan oleh perusahaan-perusahaan yang didukung pemerintah Tiongkok yang memasuki pasar AS.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait