Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Feb 26, 2026
2 min read
15

Flutter, perusahaan induk FanDuel, telah memproyeksikan pertumbuhan laba inti sebesar 4% yang moderat untuk tahun 2026, mencapai $2,97 miliar. Angka ini jauh di bawah proyeksi $3,5 miliar yang diantisipasi oleh para analis, menandakan tantangan besar di masa depan bagi raksasa taruhan tersebut.
Panduan yang mengecewakan ini terutama disebabkan oleh kesulitan di pasar AS yang krusial. Perusahaan menyebutkan tingkat keterlibatan pelanggan yang lebih rendah setelah periode hasil olahraga yang menguntungkan, yang meskipun menghasilkan keuntungan, namun mengurangi minat para penjudi. CEO Flutter, Peter Jackson, mengakui bahwa strategi promosi perusahaan tidak dieksekusi secara efektif sebagai respons.
Pengumuman tersebut memicu reaksi negatif yang tajam dari investor, dengan saham Flutter anjlok lebih dari 9% dalam perdagangan setelah jam kerja. Untuk mengatasi situasi ini, perusahaan berencana untuk merombak sistem penghargaan pelanggannya, termasuk meluncurkan program loyalitas baru. Selain itu, perusahaan akan meningkatkan investasi pada platform pasar prediksi yang baru diluncurkannya.
Flutter menghadapi tekanan langsung untuk mengkalibrasi ulang strategi AS-nya guna mendapatkan kembali momentum. Investor akan memantau dengan cermat dampak dari inisiatif loyalitas baru dan investasi platformnya, terutama menjelang musim NFL berikutnya, seiring upaya perusahaan untuk menyelaraskan kinerjanya dengan ekspektasi pasar.
T: Mengapa Flutter menurunkan proyeksi laba 2026-nya?
J: Proyeksi tersebut diturunkan karena rendahnya keterlibatan pelanggan di AS dan strategi promosi yang tidak efektif, terutama setelah serangkaian hasil olahraga yang menguntungkan perusahaan namun mengurangi minat para penjudi.
T: Bagaimana reaksi pasar terhadap pengumuman Flutter?
J: Saham Flutter anjlok lebih dari 9% dalam perdagangan setelah jam kerja menyusul rilis panduan laba 2026 yang mengecewakan.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.