TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
2월 23, 2026
2 min read
9

Komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) Marty Makary menegaskan dukungan lembaga tersebut terhadap teknologi mRNA, namun menyatakan bahwa perusahaan farmasi, yang telah menghasilkan lebih dari $50 miliar, kini harus mendanai penelitian dan pengembangan mereka sendiri tanpa bergantung pada uang pembayar pajak AS. Pernyataan tersebut mengklarifikasi posisi FDA menyusul keputusannya untuk meninjau vaksin flu Moderna yang baru.
Posisi ini membela keputusan terbaru Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) untuk menghentikan pendanaan federal bagi pengembangan vaksin mRNA. Komisaris Makary menjelaskan bahwa langkah ini bukan karena kurangnya kepercayaan pada teknologi, melainkan sebuah perubahan strategis. Dana publik dialokasikan kembali ke area yang kurang didanai, seperti pengembangan terapi gen untuk penyakit langka, yang kekurangan investasi komersial yang signifikan.
Pergeseran kebijakan ini menempatkan tanggung jawab finansial untuk penelitian mRNA di masa depan langsung pada perusahaan farmasi besar seperti Moderna, Pfizer, dan BioNTech. Meskipun Moderna sebelumnya menggunakan dana pemerintah untuk vaksin COVID-19-nya, sikap baru ini menunjukkan bahwa proyek-proyek di masa depan, termasuk pengobatan kanker berbasis mRNA yang menjanjikan yang dikembangkan bersama Merck, akan membutuhkan modal swasta. Persetujuan berkelanjutan FDA terhadap produk mRNA, seperti vaksin RSV terbaru dari Moderna dan GSK, menandakan bahwa dukungan regulasi tetap kuat meskipun ada perubahan pendanaan.
Ke depan, pemerintah AS akan memprioritaskan pendanaan untuk penelitian medis yang kurang layak secara komersial namun krusial. Industri farmasi, khususnya para pemimpin dalam teknologi mRNA, kini harus mendanai jalur inovasi mereka secara internal. Perubahan ini dapat memengaruhi anggaran R&D perusahaan dan strategi investasi di masa depan untuk perusahaan bioteknologi yang terdaftar di bursa saham.
T: Mengapa pemerintah AS memotong pendanaan vaksin mRNA?
J: Menurut Komisaris FDA, keputusan tersebut bersifat finansial. Perusahaan-perusahaan yang mengembangkan vaksin mRNA telah menghasilkan lebih dari $50 miliar dan kini mampu mendanai penelitian mereka sendiri, membebaskan uang pembayar pajak untuk prioritas medis lainnya.
T: Apakah FDA masih mendukung vaksin mRNA?
J: Ya, FDA terus mendukung teknologi mRNA dan telah menyetujui beberapa vaksin mRNA, termasuk dua untuk RSV. Perubahan kebijakan ini adalah tentang sumber pendanaan penelitian, bukan keyakinan lembaga terhadap sains atau sikap regulasinya.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait