TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
4月 16, 2026
2 min read
7

Perusahaan ekuitas swasta EQT meluncurkan kembali penjualan bisnis Ginko International di Tiongkok daratan, menargetkan valuasi setidaknya $1 miliar. Langkah ini menyusul kesepakatan yang sebelumnya gagal dengan perusahaan buyout AS Advent International pada tahun sebelumnya.
Penasihat Goldman Sachs dan JPMorgan kini melibatkan calon pembeli, termasuk rekan industri dan sponsor keuangan. Kesepakatan sebelumnya dengan Advent, yang menilai Ginko lebih dari $1,1 miliar, diakhiri karena alasan yang tidak diungkapkan, mengakibatkan Advent membayar biaya pembatalan.
Ginko, sebuah perusahaan yang didirikan di Taiwan, berspesialisasi dalam lensa kontak, dengan pasar utamanya di Tiongkok daratan. EQT mengakuisisi bisnis tersebut pada tahun 2022 melalui merger dengan Baring Private Equity Asia.
Kebangkitan kesepakatan bernilai tinggi ini menandakan aktivitas yang diperbarui dalam lanskap M&A Asia, khususnya di sektor perawatan kesehatan konsumen. Hasilnya akan diawasi ketat oleh investor sebagai indikator selera pasar untuk akuisisi skala besar di wilayah tersebut.
Keberhasilan penjualan ini akan bergantung pada kepercayaan investor dan kelipatan valuasi yang diterima di pasar saat ini. Para pemangku kepentingan sedang menunggu detail tenggat waktu penawaran putaran pertama untuk mengukur tingkat minat awal.
T: Siapa yang menjual bisnis Ginko International di Tiongkok?
J: Perusahaan ekuitas swasta EQT yang menjual bisnis tersebut.
T: Berapa target valuasi untuk penjualan ini?
J: Target valuasinya setidaknya $1 miliar.
T: Mengapa penjualan ini dimulai kembali?
J: Kesepakatan penjualan sebelumnya dengan Advent International diakhiri tahun lalu.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait