TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 04 07, 2026
2 min read
36

Dolar AS mempertahankan posisinya mendekati level tertinggi baru-baru ini karena pasar keuangan menantikan tenggat waktu yang ditetapkan AS untuk Iran terkait Teluk Persia. Investor semakin beralih ke dolar sebagai aset safe-haven utama karena konflik yang meningkat di Timur Tengah, yang telah menyebabkan lonjakan harga energi.
Sentimen pasar tetap tegang menjelang tenggat waktu yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump. Potensi penutupan Selat Hormuz, titik sempit krusial untuk pengiriman minyak global, menjadi kekhawatiran utama yang mendorong ketidakpastian. Meskipun beberapa harapan untuk resolusi diplomatik telah meredakan pembelian dolar lebih lanjut, para pedagang tetap berhati-hati, dengan sedikit yang bersedia menjual dolar AS dalam keadaan saat ini.
Kekuatan dolar telah berdampak pada pasangan mata uang utama. Yen Jepang diperdagangkan pada 159,67 terhadap dolar, mendekati level terendah multi-dekade. Euro berada di $1,1539, dan sterling di $1,3235, keduanya sedikit di atas level terendah multi-bulan baru-baru ini. Sementara itu, dolar Australia dan Selandia Baru menunjukkan kenaikan tentatif tetapi kelemahan keseluruhan tetap ada pada mata uang Asia seperti won Korea Selatan.
Analis menyarankan bahwa meskipun dolar bisa mereda jika konflik mereda, faktor krusial bagi pasar global adalah apakah Selat Hormuz tetap terbuka untuk pengiriman. Arah pasar bergantung pada peristiwa setelah tenggat waktu dan tindakan yang diambil oleh AS, Israel, dan Iran.
T: Mengapa dolar AS saat ini kuat?
J: Dolar menguat karena dianggap sebagai aset safe-haven oleh investor selama masa ketidakstabilan geopolitik, seperti ketegangan saat ini di Timur Tengah.
T: Mata uang lain mana yang terpengaruh?
J: Yen, euro, sterling, dan mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia dan Selandia Baru semuanya diperdagangkan mendekati level terendah baru-baru ini terhadap dolar AS yang kuat.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.