TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 24, 2026
2 min read
18

Daiichi Sankyo Co., Ltd. mengalami penurunan tajam pada harga sahamnya, anjlok hampir 10% ke level terendah sejak Maret 2022. Saham tersebut, dengan kode 4568 di bursa Tokyo, jatuh setelah perusahaan mengumumkan akan menunda rilis laporan laba tahunan dari tanggal yang dijadwalkan 27 April menjadi 11 Mei.
Penurunan signifikan saham tersebut menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terburuk di indeks Nikkei 225. Daiichi Sankyo menyatakan penundaan ini diperlukan untuk meninjau portofolio produk onkologi dan rencana pasokannya di tengah kondisi bisnis yang berubah dengan cepat. Perusahaan juga sedang menilai jumlah potensi provisi kerugian terkait dengan produsen kontrak.
Langkah ini diambil saat raksasa farmasi tersebut menjalani restrukturisasi bisnis yang lebih luas, setelah baru-baru ini menjual divisi obat bebasnya untuk fokus pada lini produk resep inti dan onkologinya. Perusahaan juga menjadwal ulang pengumuman rencana bisnis lima tahunannya agar bertepatan dengan tanggal rilis laporan laba yang baru.
Penundaan ini telah menciptakan ketidakpastian di kalangan investor, yang kini sangat menantikan pengumuman 11 Mei untuk kejelasan mengenai kesehatan keuangan dan arah strategis perusahaan, terutama terkait aset onkologi berharganya seperti Enhertu.
T: Mengapa harga saham Daiichi Sankyo jatuh?
J: Saham tersebut jatuh hampir 10% setelah perusahaan secara tak terduga menunda laporan laba tahunannya untuk meninjau portofolio onkologi dan potensi kerugiannya.
T: Kapan tanggal baru untuk rilis laporan laba Daiichi Sankyo?
J: Perusahaan telah menjadwal ulang pengumuman laporan laba dan rencana bisnis lima tahunannya menjadi 11 Mei.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait