TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
5月 04, 2026
2 min read
1

Dolar Kanada, atau loonie, terdepresiasi terhadap dolar AS pada hari Senin, dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik. Mata uang tersebut diperdagangkan 0,2% lebih rendah pada 1,3615 per dolar AS, atau 73,45 sen AS, setelah mencapai level terkuatnya sejak 10 Maret pada hari Jumat sebelumnya.
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah militer AS melaporkan bahwa kapal perusak angkatan lautnya memasuki Teluk untuk melawan blokade Iran. Gesekan ini memperkuat dolar AS sebagai aset safe-haven, yang menguat terhadap sekeranjang mata uang utama. Sentimen pasar saat ini mendukung USD selama periode berita utama geopolitik negatif.
Risiko konflik secara langsung berdampak pada pasar komoditas, menyebabkan harga minyak naik tajam. Harga berjangka Brent naik 5,6% menjadi lebih dari $114 per barel, sementara minyak mentah U.S. West Texas Intermediate meningkat 3,6% menjadi lebih dari $105. Akibatnya, Bank of Canada telah mengisyaratkan bahwa harga minyak yang tinggi secara berkelanjutan dapat memerlukan kenaikan suku bunga berturut-turut untuk mengelola inflasi. Investor kini memperkirakan setidaknya dua kenaikan suku bunga pada akhir tahun 2026.
Tren langsung untuk loonie tetap terikat pada sentimen risiko global. Ketegangan yang berkelanjutan kemungkinan akan mendukung kekuatan dolar AS, sementara setiap de-eskalasi dapat menguntungkan mata uang Kanada. Para pedagang akan memantau dengan cermat fluktuasi harga minyak dan panduan masa depan dari Bank of Canada mengenai jalur kebijakan moneternya.
Q: Mengapa dolar Kanada melemah?
A: Melemah terutama karena meningkatnya ketegangan AS-Iran, yang meningkatkan permintaan akan dolar AS sebagai aset safe-haven.
Q: Bagaimana ketegangan tersebut memengaruhi harga minyak?
A: Harga minyak melonjak, dengan harga berjangka Brent naik 5,6% dan minyak mentah WTI AS naik 3,6% karena kekhawatiran akan gangguan pasokan di Selat Hormuz.
Q: Bagaimana sikap Bank of Canada terhadap situasi ini?
A: Bank of Canada telah mengindikasikan bahwa mereka mungkin menaikkan suku bunga jika harga minyak yang tinggi berkontribusi pada inflasi yang persisten.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait