Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 24, 2026
2 min read
25

Perusahaan farmasi Jepang Daiichi Sankyo mengalami penurunan harga saham yang signifikan sebesar 10,4% pada hari Kamis. Penurunan ini merupakan respons langsung terhadap pengumuman perusahaan mengenai penundaan kedua untuk hasil keuangan kuartal keempat dan rencana strategis jangka menengah barunya.
Perusahaan telah menjadwalkan ulang rilis bersama hasil dan rencana tersebut ke tanggal 11 Mei. Daiichi Sankyo menyatakan bahwa mereka memerlukan waktu tambahan untuk secara akurat memperkirakan provisi kompensasi kerugian. Provisi ini terkait dengan organisasi pengembangan dan manufaktur kontrak untuk produk yang saat ini dalam fase pengembangan.
Perkembangan ini menyusul provisi yang sebelumnya tercatat sebesar ¥12,7 miliar terkait dengan kandidat obat HER3-nya. Analis dari Morgan Stanley percaya bahwa biaya baru ini adalah provisi tambahan terkait HER3, menunjukkan potensi penundaan dalam jadwal peluncuran produk. Dampak pasar mungkin terbatas, karena ekspektasi untuk HER3 dilaporkan mereda.
Penundaan berulang dan kebutuhan akan provisi keuangan baru telah menimbulkan ketidakpastian di kalangan investor, memicu aksi jual yang signifikan. Pelaku pasar kini akan menantikan pengumuman 11 Mei untuk detail penting mengenai posisi keuangan dan strategi masa depan perusahaan.
T: Mengapa harga saham Daiichi Sankyo jatuh?
J: Saham tersebut jatuh 10,4% setelah perusahaan menunda laporan pendapatan Q4-nya untuk kedua kalinya guna menghitung provisi kerugian baru untuk produk dalam tahap pengembangan.
T: Kapan tanggal baru untuk rilis pendapatan Daiichi Sankyo?
J: Hasil kuartal keempat dan rencana jangka menengah baru kini dijadwalkan untuk dirilis pada 11 Mei.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.