Loading
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Mei 16, 2026
2 min read
56

Menurut laporan Citi, pemerintah Jepang kemungkinan telah menghabiskan sekitar 10 triliun yen, atau $63 miliar, dalam beberapa minggu terakhir untuk mendukung yen. Bank tersebut memperkirakan bahwa skala total intervensi ini pada akhirnya bisa mencapai 30 triliun yen.
Data dari Bank of Japan menunjukkan dua intervensi besar telah terjadi. Diperkirakan 5 triliun yen dikerahkan pada 30 April, dengan tambahan 5 triliun yen digunakan antara 1 Mei dan 6 Mei. Tindakan ini dipicu setelah nilai tukar USD/JPY melampaui angka 160 yen, level psikologis penting bagi pihak berwenang.
Meskipun intervensi awalnya mendorong nilai USD/JPY turun ke 155, pasangan mata uang tersebut telah pulih kembali. Citi menyarankan bahwa intervensi lebih lanjut dapat menekan permintaan dolar dari importir. Namun, hambatan seperti harga minyak mentah yang tinggi dan kekuatan pasar ekuitas terus menekan yen.
Citi menyoroti kekuatan finansial Jepang yang besar, dengan cadangan devisa melebihi $1,3 triliun. Jika para pejabat bersedia menerima penarikan cadangan serupa dengan periode 2022-2024, intervensi 10 triliun yen baru-baru ini mungkin hanyalah awal dari kampanye yang jauh lebih besar.
T: Berapa banyak yang telah dihabiskan Jepang baru-baru ini untuk mendukung yen?
J: Diperkirakan 10 triliun yen, setara dengan $63 miliar.
T: Berapa potensi jumlah total yang dapat digunakan Jepang untuk intervensi?
J: Analis Citi memproyeksikan potensi total sekitar 30 triliun yen.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.