Loading
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Mei 16, 2026
2 min read
39

Tiongkok dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan awal untuk memperluas perdagangan pertanian menyusul pertemuan puncak baru-baru ini. Kementerian perdagangan Tiongkok mengumumkan kesepakatan tersebut, yang berfokus pada pengurangan tarif timbal balik dan bertujuan untuk menyelesaikan hambatan non-tarif serta masalah akses pasar untuk produk pertanian AS.
Perkembangan ini menyusul penurunan tajam dalam perdagangan pertanian bilateral. Ekspor pertanian AS ke Tiongkok turun 65,7% secara tahunan menjadi $8,4 miliar pada tahun 2025 setelah serangkaian tarif balasan. Sebelum kesepakatan ini, Tiongkok telah melanjutkan beberapa pembelian kedelai, gandum, dan sorgum AS, menandakan pencairan hubungan.
Kesepakatan ini diharapkan dapat menormalkan arus perdagangan, dengan pengamat pasar mengantisipasi pemotongan tarif 10% untuk kedelai. Hal ini dapat memungkinkan pabrik pengolahan swasta Tiongkok untuk melanjutkan pembelian, yang sebelumnya didominasi oleh pedagang negara. Tiongkok juga memperpanjang pendaftaran untuk 425 pabrik daging sapi AS, mengatasi masalah akses pasar utama. Perwakilan Dagang AS memperkirakan Tiongkok akan membeli produk pertanian AS senilai 'puluhan miliar dolar' selama tiga tahun ke depan.
Meskipun kesepakatan ini bersifat awal, ini menandai langkah signifikan menuju penyelesaian sengketa perdagangan. Kedua negara akan berupaya menyelesaikan persyaratan, dengan pasar global memantau detail produk spesifik dan volume pembelian. Fokus tetap pada normalisasi hubungan perdagangan komersial.
T: Apa inti dari kesepakatan perdagangan Tiongkok-AS?
J: Kesepakatan ini berfokus pada perluasan perdagangan pertanian melalui pemotongan tarif timbal balik dan penghapusan hambatan non-tarif.
T: Bagaimana tarif sebelumnya memengaruhi ekspor pertanian AS ke Tiongkok?
J: Ekspor turun 65,7% secara tahunan menjadi $8,4 miliar pada tahun 2025.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.