Komunitas
TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
4月 30, 2026
2 min read
19

Tiongkok mengekspor pengiriman yttrium oksida sebanyak 60 ton yang signifikan ke Amerika Serikat pada bulan Maret, menurut data bea cukai. Langkah ini menunjukkan potensi pelonggaran kontrol ekspor ketat terhadap logam tanah jarang yang telah berlaku sejak tahun lalu di tengah ketegangan perdagangan.
Kontrol ekspor menyebabkan kelangkaan parah bagi perusahaan kedirgantaraan dan semikonduktor AS, yang menyebabkan penghentian produksi. Akibat pasokan yang dibatasi, harga yttrium oksida melonjak sebesar 6.900% dalam 12 bulan hingga Februari. Pengiriman tunggal pada bulan Maret ini 50% lebih besar dari seluruh yttrium yang dikirim ke AS sejak kontrol diberlakukan.
Pengiriman ini dapat meringankan tekanan rantai pasokan kritis bagi perusahaan AS yang bergantung pada yttrium untuk pelapis pelindung suhu tinggi pada mesin jet dan turbin. Namun, ketidakpastian tetap ada, karena total ekspor yttrium oksida ke AS selama 12 bulan terakhir masih turun 75% dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak ada senyawa yttrium lain yang diekspor pada bulan Maret.
Meskipun pengiriman 60 ton ini merupakan perkembangan positif bagi industri AS yang terdampak, pasar akan memantau dengan cermat data ekspor di masa mendatang untuk menentukan apakah ini menandai perubahan kebijakan berkelanjutan dari Beijing atau izin sementara. Stabilitas rantai pasokan logam tanah jarang tetap menjadi faktor kunci bagi sektor teknologi dan pertahanan global.
T: Untuk apa yttrium oksida digunakan?
J: Ini adalah elemen logam tanah jarang yang penting yang digunakan untuk membuat pelapis pelindung untuk komponen yang terpapar suhu tinggi, seperti mesin jet dan turbin pembangkit listrik.
T: Mengapa ekspor yttrium oksida dibatasi?
J: Pembatasan tersebut diterapkan selama puncak perang dagang AS-Tiongkok, dengan analis menyarankan bahwa kepentingannya dalam kedirgantaraan dan pertahanan menjadikannya ekspor strategis untuk dikendalikan.
Sumber: Reuters via Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.