TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3월 25, 2026
2 min read
31

Saham Bunge Global SA turun lebih dari 2% setelah penjual pendek (short seller) Spruce Point Management merilis laporan kritis. Laporan tersebut menyerukan penyelidikan independen terhadap pelaporan keuangan dan praktik akuntansi Bunge, dengan menyebutkan kekhawatiran yang signifikan.
Spruce Point menuduh bahwa Bunge memiliki defisit arus kas sebesar $1,6 miliar sejak tahun 1999, yang dibiayai oleh utang untuk menutupi dividen dan pembelian kembali saham. Penjual pendek tersebut juga menyoroti tekanan dalam bisnis inti biji-bijian minyak Bunge dan mempertanyakan dasar strategis di balik akuisisi Viterra senilai $10,6 miliar.
Laporan tersebut memperkirakan potensi penurunan 55% hingga 80% untuk saham Bunge. Spruce Point juga menyuarakan kekhawatiran lebih lanjut tentang panduan EPS 2030 baru perusahaan dan memperingatkan potensi penjualan saham besar-besaran oleh orang dalam, menambah ketidakpastian pasar bagi raksasa agribisnis tersebut.
Investor akan memantau dengan cermat tanggapan Bunge terhadap tuduhan ini dan tindakan apa pun yang diambil oleh Dewan Direksinya. Laporan ini telah memperkenalkan volatilitas dan persepsi risiko yang signifikan seputar saham perusahaan dalam waktu dekat.
T: Mengapa harga saham Bunge turun?
J: Saham tersebut turun setelah penjual pendek Spruce Point Management menerbitkan laporan yang menuduh adanya masalah keuangan dan akuntansi di perusahaan.
T: Apa proyeksi Spruce Point Management untuk Bunge?
J: Spruce Point memperkirakan potensi penurunan 55% hingga 80% untuk saham Bunge.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.