TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 14, 2026
1 min read
17

Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan akan mempertimbangkan untuk menaikkan perkiraan inflasinya pada pertemuan kebijakan mendatang bulan ini. Potensi revisi ini terutama didorong oleh lonjakan signifikan harga minyak global.
Para pejabat kemungkinan akan membahas kenaikan proyeksi harga utama untuk tahun fiskal saat ini dari 1,9 persen. Tinjauan ini menyusul kenaikan harga minyak sekitar 50 persen sejak pecahnya konflik baru-baru ini di Timur Tengah, menurut laporan Bloomberg.
Bank sentral mungkin juga akan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonominya. Sebagai importir utama sumber daya alam, ekonomi Jepang sering kali terpengaruh secara negatif oleh biaya energi yang lebih tinggi. Di pasar mata uang, yen Jepang menguat menjadi 158,81 terhadap dolar setelah laporan tersebut dirilis.
BOJ dijadwalkan merilis prospek ekonomi triwulanan terbarunya pada 28 April. Meskipun perkiraan inflasi mungkin meningkat, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga kebijakan segera telah mereda karena ketidakpastian geopolitik dan komentar hati-hati baru-baru ini dari Gubernur Kazuo Ueda.
T: Mengapa Bank Sentral Jepang mempertimbangkan untuk menaikkan perkiraan inflasinya?
J: Alasan utamanya adalah kenaikan tajam harga minyak global, yang secara langsung berdampak pada harga konsumen dan biaya impor bagi Jepang.
T: Kapan tanggal perkiraan pengumuman BOJ berikutnya?
J: Bank Sentral Jepang akan mengakhiri pertemuan dua harinya dan mengumumkan prospek terbarunya pada 28 April.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait