TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mac 13, 2026
2 min read
33

Bank of America (BofA) merekomendasikan agar investor mempertimbangkan untuk menjual minyak jika harganya melebihi $100 per barel. Analisis perusahaan menunjukkan bahwa tingkat harga tersebut kemungkinan akan memicu respons kebijakan yang signifikan dari bank sentral yang bertujuan untuk mengurangi risiko terhadap ekonomi global.
Minyak telah menunjukkan kinerja yang kuat sepanjang tahun ini, dengan kenaikan 69,2%. Angka ini melampaui pasar komoditas yang lebih luas sebesar 40,8% dan emas sebesar 17,4%. Sebaliknya, S&P 500 telah menurun sebesar 2,5% dan Bitcoin telah anjlok sebesar 20,0% selama periode yang sama.
Lonjakan harga minyak telah memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter. Probabilitas penurunan suku bunga Federal Reserve AS pada bulan Juni telah anjlok dari kepastian 100% menjadi hanya 25% karena biaya energi memperketat kondisi keuangan.
BofA membandingkan dengan periode 2007-2008, ketika harga minyak melonjak dari $70 menjadi $140 per barel. Puncak tersebut terjadi pada hari yang sama ketika Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga, dan diikuti oleh runtuhnya Lehman Brothers serta jatuhnya harga minyak setelahnya.
Perusahaan mengidentifikasi laba per saham (EPS), bukan inflasi, sebagai risiko utama bagi saham. Perusahaan juga menunjukkan indeks bank yang diperdagangkan di bawah level 150 sebagai sinyal peringatan terhadap investasi pada saham siklikal.
Prospek Bank of America adalah hati-hati, menyarankan aksi jual minyak di atas ambang batas $100 karena antisipasi pengetatan kebijakan. Perusahaan juga merekomendasikan untuk membeli imbal hasil Treasury AS 30 tahun di atas 5% dan dolar AS (indeks DXY) di atas 100.
T: Mengapa Bank of America menyarankan untuk menjual minyak di atas $100?
J: Bank mengantisipasi bahwa harga di atas $100 per barel akan memicu intervensi kebijakan, seperti kenaikan suku bunga, untuk melindungi ekonomi dari tekanan inflasi.
T: Apa risiko utama bagi pasar saham menurut BofA?
J: BofA percaya bahwa risiko terbesar bagi saham adalah penurunan laba per saham (EPS), bukan inflasi itu sendiri.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.