TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 24, 2026
2 min read
3

Barclays memperkirakan bahwa otoritas moneter Turki akan melanjutkan laju depresiasi lira saat ini sebagai alat utama untuk menstabilkan inflasi. Bank tersebut telah menetapkan target akhir tahun 2026 untuk nilai tukar USD/TRY sebesar 50.25, menurut catatan penelitian terbaru.
Lira Turki berada di bawah tekanan signifikan akibat guncangan VaR global dan kenaikan harga minyak, yang menyebabkan arus keluar investasi portofolio yang besar. Sebagai tanggapan, Bank Sentral Turki telah menggunakan cadangan devisanya untuk meredam dampak tersebut. Bank tersebut juga membatasi permintaan dolar lokal dengan menaikkan suku bunga pendanaan OMO TRY sebesar 300 basis poin untuk mengelola stabilitas mata uang.
Barclays menilai bahwa Bank Sentral Turki memiliki cadangan mata uang keras yang cukup untuk mempertahankan kebijakan stabilisasi nilai tukarnya, bahkan dengan harga minyak yang tinggi saat ini. Hal ini memperkuat pandangan bahwa depresiasi lira yang terkelola tetap menjadi komponen penting dari strategi moneter negara tersebut.
Prospek intinya adalah bahwa otoritas Turki akan mempertahankan jalur depresiasi lira untuk mengatasi inflasi. Investor akan memantau tingkat cadangan bank sentral dan responsnya terhadap tekanan ekonomi global yang berkelanjutan serta volatilitas harga minyak.
T: Berapa prakiraan USD/TRY Barclays?
J: Barclays memperkirakan nilai tukar USD/TRY akan mencapai 50.25 pada akhir tahun 2026.
T: Bagaimana Bank Sentral Turki mengelola lira?
J: Bank tersebut menggunakan cadangan devisanya dan telah menaikkan suku bunga utama untuk meredam lira dari arus keluar yang disebabkan oleh guncangan global dan kenaikan harga minyak.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait