TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 02 03, 2026
2 min read
3

Matt Garman, CEO Amazon Web Services (AWS), menyatakan bahwa konsep pusat data berbasis ruang angkasa saat ini tidak praktis dan "masih jauh" dari kenyataan. Berbicara di Cisco AI Summit, Garman menyoroti biaya besar dan hambatan logistik yang terkait dengan peluncuran server dan satelit ke orbit sebagai kendala utama.
Pertumbuhan pesat kecerdasan buatan telah meningkatkan permintaan akan daya komputasi dan pendinginan, memberikan tekanan signifikan pada pusat data berbasis darat tradisional. Hal ini telah mendorong beberapa perusahaan teknologi untuk menjajaki solusi orbital guna mengurangi keterbatasan terestrial. Pesaing dan perusahaan terkait, termasuk Blue Origin milik Jeff Bezos, SpaceX milik Elon Musk, dan Google milik Alphabet dengan Project Suncatcher-nya, secara aktif menjajaki atau mengembangkan konsep untuk pusat data di luar angkasa.
Menurut Garman, ekonomi infrastruktur berbasis ruang angkasa saat ini tidak mendukung penyebaran skala besar yang dibutuhkan untuk pemrosesan data. Dia menekankan bahwa biaya untuk mengirim muatan ke luar angkasa tetap "sangat besar" dan tidak ada cukup roket yang tersedia untuk meluncurkan sejumlah besar satelit yang dibutuhkan. Penilaian ini menunjukkan bahwa meskipun idenya inovatif, kelayakan finansialnya adalah hambatan utama yang dapat menunda investasi dan pengembangan signifikan di sektor ini.
Meskipun industri teknologi terus mengejar pusat data berbasis ruang angkasa sebagai solusi jangka panjang untuk kebutuhan energi AI yang terus meningkat, perspektif dari kepala penyedia cloud terbesar di dunia menggarisbawahi tantangan ekonomi signifikan yang harus diatasi. Untuk masa mendatang, fokus kemungkinan akan tetap pada pengoptimalan dan perluasan infrastruktur terestrial.
T: Mengapa perusahaan mempertimbangkan pusat data di luar angkasa?
J: Kebutuhan daya dan pendinginan yang sangat besar untuk kecerdasan buatan membebani kapasitas pusat data berbasis darat, menjadikan ruang angkasa alternatif yang menarik dengan lebih sedikit kendala terestrial seperti panas berlebih.
T: Apa hambatan utama dalam membangun pusat data berbasis ruang angkasa?
J: Hambatan utama, menurut CEO AWS, adalah biaya ekonomi yang sangat besar dan kesulitan logistik dalam meluncurkan server, satelit, dan peralatan lain yang diperlukan ke orbit.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

04 Thg 02 2026
Equinor Laba Kuartal 4 Turun Meskipun Rekor Produksi

04 Thg 02 2026
Saham Novo Nordisk Anjlok menyusul Proyeksi Suram 2026