Loading
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Th05 18, 2026
2 min read
16

Pasar saham Asia melemah pada hari Senin, dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak menyusul serangan drone baru di Teluk. Ketegangan geopolitik ini telah mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi di tengah kekhawatiran inflasi yang kembali muncul, dengan investor mencermati sinyal bank sentral yang akan datang.
Minyak mentah Brent naik 1,2% menjadi $110,63 per barel, sementara minyak mentah AS naik menjadi $106,42. Sebagai respons, indeks-indeks utama Asia melemah, dengan Nikkei Jepang turun 0,4% dan indeks Asia-Pasifik MSCI di luar Jepang kehilangan 0,6%. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun meningkat menjadi 4,584% karena investor mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral, termasuk Federal Reserve.
Lonjakan biaya energi semakin mengintensifkan tekanan pada obligasi global, karena pasar kini memperkirakan peluang 50-50 kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Semua mata tertuju pada risalah Fed yang akan datang untuk panduan mengenai sikap kebijakannya. Tren kenaikan pasar juga akan diuji oleh laporan pendapatan utama dari raksasa teknologi Nvidia dan peritel besar seperti Walmart.
Investor tetap berhati-hati karena risiko geopolitik, inflasi yang persisten, dan potensi pengetatan bank sentral menciptakan prospek yang tidak pasti. Laporan pendapatan dan data ekonomi yang akan datang akan menjadi krusial dalam menentukan arah pasar selanjutnya.
T: Mengapa pasar Asia melemah?
J: Pasar melemah karena kenaikan harga minyak yang disebabkan oleh ketegangan geopolitik, yang pada gilirannya meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi.
T: Berapa harga minyak mentah Brent saat ini?
J: Minyak mentah Brent diperdagangkan pada $110,63 per barel, meningkat 1,2%.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.