Loading
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Mar 19, 2026
2 min read
45

Penjualan ponsel pintar Apple di Tiongkok mengalami lonjakan signifikan sebesar 23% dalam sembilan minggu pertama tahun 2026. Pertumbuhan ini terjadi meskipun pasar ponsel pintar keseluruhan di negara tersebut mengalami penurunan 4% dari tahun ke tahun, menurut data dari firma riset Counterpoint.
Pasar ponsel pintar Tiongkok secara keseluruhan lesu, dengan subsidi pemerintah yang gagal merangsang permintaan konsumen. Kemerosotan ini diperparah oleh kenaikan biaya chip memori, yang telah mendorong produsen Android seperti OPPO dan vivo untuk menaikkan harga pada beberapa model. Langkah ini dipandang sebagai cara untuk menguji reaksi konsumen sebelum meluncurkan ponsel baru.
Manajemen rantai pasokan Apple yang kuat memungkinkannya menyerap kenaikan biaya chip lebih efektif dibandingkan para pesaingnya. Akibatnya, Apple tidak diharapkan menaikkan harga, sebuah strategi yang dapat membantunya memperluas pangsa pasarnya. Sebaliknya, Huawei mungkin memanfaatkan ketergantungannya pada pemasok chip domestik berbiaya lebih rendah untuk mendapatkan keuntungan di segmen pasar kelas menengah ke bawah. Krisis biaya memori diproyeksikan akan berlanjut sepanjang tahun 2026, memberikan tekanan pada semua produsen.
Analis di Counterpoint memperkirakan pasar Tiongkok akan tetap berada di bawah tekanan hingga festival belanja "618" pada bulan Juni, yang mungkin memberikan sedikit kelegaan melalui kegiatan promosi. Kemampuan Apple untuk mempertahankan stabilitas harga di tengah tekanan biaya di seluruh industri menempatkannya pada posisi yang menguntungkan untuk merebut pangsa pasar dari pesaing Android dalam beberapa bulan mendatang.
T: Mengapa penjualan Apple di Tiongkok meningkat sementara pasar menurun?
J: Pertumbuhan Apple didorong oleh diskon e-commerce, kelayakan untuk subsidi negara, dan kemampuannya untuk mempertahankan harga yang stabil sementara para pesaing menaikkan harga mereka karena kenaikan biaya chip memori.
T: Bagaimana prospek pasar ponsel pintar Tiongkok?
J: Pasar diperkirakan akan tetap lemah hingga bulan Mei, dengan potensi perbaikan selama festival belanja '618' pada bulan Juni. Biaya chip memori yang tinggi kemungkinan akan terus berdampak pada produsen sepanjang tahun 2026.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.