TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Apr 29, 2026
2 min read
3

Amazon.com melaporkan bahwa divisi cloud-nya, Amazon Web Services (AWS), mencapai peningkatan pendapatan signifikan sebesar 28% menjadi $37,6 miliar pada kuartal pertama, melampaui perkiraan rata-rata Wall Street sebesar 25%. Total penjualan bersih perusahaan untuk kuartal tersebut tumbuh menjadi $181,5 miliar.
Kinerja AWS yang kuat terutama disebabkan oleh pengeluaran perusahaan yang besar untuk inisiatif kecerdasan buatan. Sebagai penyedia cloud terbesar di dunia, Amazon telah meningkatkan kepercayaan investor dengan mengamankan kemitraan penting dengan perusahaan AI terkemuka OpenAI dan Anthropic. Langkah-langkah strategis ini dirancang untuk memastikan bahwa investasi besar perusahaan dalam infrastruktur AI menghasilkan keuntungan yang substansial seiring dengan terus melonjaknya permintaan.
Investor merespons positif laporan pendapatan tersebut, dengan saham Amazon naik 5% dalam perdagangan setelah jam kerja. CEO Andy Jassy mengonfirmasi bahwa perkiraan belanja modal tahunan agresif perusahaan tetap sebesar $200 miliar. Investasi berkelanjutan ini menyoroti komitmen Amazon untuk memperluas kemampuan AI dan cloud-nya guna memenuhi permintaan di masa depan.
Percepatan kembali pertumbuhan penjualan AWS menandakan tren kuat adopsi beban kerja AI oleh perusahaan. Meskipun pengeluaran modal Amazon sangat besar, pasar melihatnya sebagai langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kepemimpinan di sektor komputasi awan dan AI yang sangat kompetitif.
T: Berapa pendapatan yang dilaporkan untuk Amazon Web Services pada kuartal pertama?
J: Pendapatan AWS melonjak 28% menjadi $37,6 miliar, melampaui ekspektasi analis.
T: Apa pendorong utama di balik pertumbuhan AWS baru-baru ini?
J: Pendorong utamanya adalah pengeluaran perusahaan yang kuat karena perusahaan berinvestasi besar-besaran dalam kemampuan dan infrastruktur kecerdasan buatan.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.