TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Thg 04 30, 2026
2 min read
15

Harga minyak memperpanjang kenaikan di tengah kekhawatiran yang meningkat bahwa pasokan dari Timur Tengah akan tetap terbatas untuk jangka waktu yang lama. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk bulan Juni naik 1,62% menjadi $119,94 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk bulan Juni meningkat 0,59% menjadi $107,51 per barel, melanjutkan reli multi-hari.
Pendorong utama kenaikan harga adalah kebuntuan dalam pembicaraan untuk menyelesaikan konflik AS-Iran. Teheran sebagian besar telah memblokir pengiriman melalui Selat Hormuz, saluran vital untuk pasokan energi global. Diskusi baru-baru ini antara presiden AS dan perusahaan minyak tentang mitigasi dampak blokade telah meningkatkan kekhawatiran pasar tentang gangguan yang berkepanjangan.
Di sisi pasokan, aliansi OPEC+ diperkirakan akan menyetujui peningkatan produksi moderat sekitar 188.000 barel per hari. Perkembangan ini terjadi saat Uni Emirat Arab secara resmi menarik diri dari OPEC pada 1 Mei. Namun, para analis percaya bahwa kedua faktor tersebut tidak akan secara signifikan mengurangi ketatnya pasokan saat ini tahun ini, karena kembali ke volume produksi pra-perang akan memakan waktu berbulan-bulan.
Dengan prospek penyelesaian konflik jangka pendek yang tetap suram, pasar mengantisipasi ketatnya pasokan minyak global yang berkelanjutan, yang kemungkinan akan menjaga tekanan kenaikan harga.
Q: Apa alasan utama kenaikan harga minyak baru-baru ini?
A: Alasan utamanya adalah kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan dari Timur Tengah, yang disebabkan oleh kebuntuan konflik geopolitik dan blokade Selat Hormuz.
Q: Bagaimana OPEC+ menanggapi situasi ini?
A: OPEC+ diperkirakan akan menyetujui peningkatan kecil dalam kuota produksi minyak, tetapi para analis percaya itu tidak akan cukup untuk mengimbangi gangguan pasar saat ini.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

08 Thg 05 2026
Kunlunxin Baidu Melirik IPO Ganda di HK dan Shanghai

08 Thg 05 2026
Barclays: Risiko Selat Hormuz Membatasi Reli Pasar Saham

08 Thg 05 2026
RBC Menaikkan Target Harga S&P 500 menjadi 7.900