Loading
ID
Komunitas
TrustFinance bukan penasihat keuangan berlisensi dan tidak berafiliasi dengan lembaga keuangan mana pun di wilayah Anda. Harap lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

TrustFinance Global Insights
Agt 28, 2026
2 min read
0

Air New Zealand melaporkan kerugian sebelum pajak sebesar NZ$336 juta untuk tahun yang berakhir 30 Juni, yang lebih kecil dari perkiraan NZ$356,5 juta. Ini menandai kerugian tahunan terbesar maskapai dalam tiga tahun, namun mengisyaratkan sedikit perbaikan dibandingkan ekspektasi pasar, dengan masalah gangguan mesin yang mulai mereda.
Profitabilitas sangat terpengaruh oleh dua faktor utama. Masalah ketersediaan mesin, yang timbul dari penarikan kembali Pratt & Whitney sejak tahun 2023, mengurangi keuntungan sekitar NZ$190 juta karena pengandangan intermiten. Selain itu, konflik di Timur Tengah menambah NZ$205 juta pada tagihan bahan bakar perusahaan setelah lindung nilai, semakin menekan hasil keuangan.
Kinerja maskapai, yang sedikit melampaui perkiraan, menunjukkan titik balik potensial karena masalah mesin dilaporkan mereda. Sektor penerbangan akan memantau dengan cermat peningkatan berkelanjutan dalam pasokan mesin dan stabilitas pasar bahan bakar global sebagai penentu penting bagi kesehatan keuangan Air New Zealand di masa depan.
T: Berapa kerugian tahun fiskal Air New Zealand?
J: Air New Zealand mencatat kerugian sebelum pajak sebesar NZ$336 juta untuk tahun yang berakhir 30 Juni.
T: Apa alasan utama kerugian tersebut?
J: Masalah ketersediaan mesin dan peningkatan biaya bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah adalah kontributor utama.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait