TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3月 16, 2026
2 min read
12

Harga emas secara tak terduga telah turun sekitar 5% sejak dimulainya konflik Iran, sebuah pergerakan yang menentang peran tradisional logam tersebut sebagai aset safe-haven. Penurunan ini terjadi saat investor menghadapi volatilitas yang meluas di seluruh pasar global.
Konflik yang sedang berlangsung telah mendorong harga minyak di atas $100 per barel, memicu kekhawatiran inflasi global. Namun, alih-alih naik, emas justru menghadapi tekanan jual yang signifikan. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh investor yang melikuidasi kepemilikan emas untuk mendapatkan uang tunai di tengah aksi jual tajam di pasar ekuitas global, menurut seorang analis Bank of America.
Pendorong utama penurunan harga adalah kebutuhan akan likuiditas. Akibatnya, kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS dan dolar yang lebih kuat menambah tekanan lebih lanjut pada logam tersebut. Minggu lalu, ETF terkait emas mengalami kerugian besar, dengan iShares S&P/TSX Global Gold Index ETF turun 6,3%.
Meskipun terjadi penurunan baru-baru ini, beberapa analis melihat ini sebagai peluang beli, mengutip dukungan kuat dari permintaan bank sentral dan pendorong inflasi yang persisten. Sepanjang tahun ini, emas tetap naik secara signifikan, menyoroti daya tarik nilai jangka panjangnya.
Q: Mengapa harga emas turun selama perang?
A: Investor menjual emas untuk mendapatkan uang tunai dan menutupi kerugian di pasar lain seperti ekuitas, mengesampingkan status safe-haven tradisionalnya.
Q: Faktor-faktor lain apa yang memengaruhi emas?
A: Kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS dan dolar yang lebih kuat membuat aset non-produktif seperti emas kurang menarik bagi investor.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait