TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 06, 2026
2 min read
2

Dylan Taylor, CEO Voyager Technologies, menyatakan bahwa pusat data berbasis luar angkasa menghadapi rintangan teknis yang signifikan, dengan pendinginan menjadi hambatan utama. Ia mencatat bahwa jangka waktu dua tahun untuk realisasinya akan 'agresif' mengingat kompleksitas pembuangan panas dalam ruang hampa.
Konsep ini telah menarik perhatian setelah Elon Musk menyebutnya sebagai motif untuk potensi merger SpaceX dan xAI. Meskipun SpaceX memiliki teknologi roket yang diperlukan, Taylor menekankan bahwa masalah pendinginan masih belum terpecahkan. Panas di luar angkasa hanya dapat dibuang melalui radiasi, yang membutuhkan radiator besar yang menghindari matahari.
Voyager Technologies, yang saat ini mengembangkan proyek Starlab untuk menggantikan ISS, memiliki posisi untuk berkontribusi di bidang ini. Perusahaan ini sudah memiliki perangkat komputasi awan di ISS. Minat yang meningkat di sektor luar angkasa juga didorong oleh potensi IPO SpaceX dan prioritas pengeluaran pertahanan.
Meskipun visi pusat data di orbit sangat menarik, mengatasi tantangan mendasar dalam pendinginan sangat penting untuk kemajuan. Para pemangku kepentingan akan mengamati terobosan teknologi yang menjadikan konsep ini kenyataan praktis.
T: Apa tantangan utama bagi pusat data berbasis luar angkasa?
J: Tantangan utamanya adalah pendinginan. Dalam ruang hampa, panas harus dibuang melalui radiasi, yang merupakan proses yang kompleks dan sulit.
T: Perusahaan mana saja yang terlibat dalam teknologi ini?
J: Voyager Technologies secara aktif mengerjakan solusi, sementara minat telah diperkuat oleh rencana Elon Musk untuk SpaceX dan xAI.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait