TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Feb 19, 2026
2 min read
19

Departemen Pertanian AS (USDA) memproyeksikan petani Amerika akan menanam lebih banyak kedelai dan lebih sedikit jagung pada tahun 2026. Menurut Forum Prospek Pertanian tahunannya, penanaman jagung diperkirakan mencapai 94 juta hektar, turun dari tahun sebelumnya, sementara luas lahan kedelai diperkirakan akan meningkat menjadi 85 juta hektar.
Pergeseran yang diantisipasi ini merupakan respons terhadap kelebihan pasokan global, harga komoditas yang lemah, dan kenaikan biaya input. Harga jagung yang rendah, menyusul panen rekor tahun 2025, menghambat perluasan penanaman. Sebaliknya, pasar kedelai didukung oleh permintaan domestik yang kuat untuk minyak kedelai, sebagian besar dari sektor bahan bakar terbarukan yang berkembang, yang memberikan batas harga.
USDA memproyeksikan panen tahun 2026 dapat menghasilkan 15,755 miliar bushel jagung dan 4,450 miliar bushel kedelai. Untuk tahun pemasaran 2026/27, ekspor jagung AS diperkirakan akan menurun karena persaingan. Namun, ekspor kedelai diproyeksikan meningkat ke level tertinggi dalam dua tahun, mencerminkan permintaan pengolah yang kuat.
Perkiraan tahun 2026 menunjukkan perubahan strategis yang jelas oleh petani AS menuju kedelai, didorong oleh permintaan industri domestik dan kondisi pasar yang menantang untuk jagung. Tren ini akan menjadi faktor kunci untuk harga komoditas dan rantai pasokan di masa depan.
T: Mengapa petani diproyeksikan menanam lebih sedikit jagung pada tahun 2026?
J: Alasan utamanya adalah harga jagung yang rendah dan pasokan melimpah setelah panen rekor pada tahun sebelumnya.
T: Apa yang menyebabkan peningkatan luas lahan kedelai?
J: Permintaan domestik yang kuat untuk minyak kedelai dari produsen bahan bakar terbarukan mendukung harga kedelai dan mendorong petani untuk menanam lebih banyak.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait