TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
Mar 12, 2026
2 min read
3

Angkatan Udara Amerika Serikat tidak akan melanjutkan kontrak baru untuk 75 pesawat tanker pengisian bahan bakar udara Boeing KC-46 sampai perusahaan tersebut menyelesaikan kekurangan teknis yang sedang berlangsung pada pesawat tersebut. Keputusan mengenai kontrak lanjutan diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua tahun lagi.
Wakil Kepala Staf USAF Jenderal John Lamontagne menyatakan bahwa masalah yang terus-menerus, terutama pada boom pengisian bahan bakar dan sistem visual tanker, harus diperbaiki. Boeing telah mengirimkan lebih dari 100 dari 183 tanker dari perjanjian saat ini, yang bertujuan untuk menggantikan armada KC-135 yang sudah tua.
Program KC-46 telah mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan bagi Boeing, melebihi $7 miliar pada kontrak biaya tetap. Perusahaan tersebut mencatat biaya tambahan sebesar $565 juta pada kuartal keempatnya. CEO Boeing telah mengonfirmasi bahwa setiap tawaran di masa depan untuk tanker tersebut akan dihargai untuk memastikan profitabilitas.
Boeing harus berhasil mengatasi semua masalah teknis dalam dua tahun ke depan untuk mengamankan kontrak besar berikutnya. Meskipun Angkatan Udara yakin dengan rencana penyelesaiannya, kinerja keuangan perusahaan pada program tersebut bergantung pada perbaikan masalah-masalah yang sudah berlangsung lama ini.
Q: Mengapa Angkatan Udara AS menunda pesanan baru untuk Boeing KC-46?
A: Pesanan baru ditunda karena kekurangan teknis yang belum terselesaikan pada boom pengisian bahan bakar tanker dan sistem visualnya.
Q: Apa dampak finansial program KC-46 terhadap Boeing?
A: Boeing telah kehilangan lebih dari $7 miliar pada kontrak biaya tetap saat ini untuk program tanker KC-46.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait