AS akan Menetapkan Kuota Bahan Bakar Nabati 2026, Menghapus Denda Impor

User profile image

TrustFinance Global Insights

1月 15, 2026

2 min read

2

AS akan Menetapkan Kuota Bahan Bakar Nabati 2026, Menghapus Denda Impor

Perkembangan Kebijakan Utama

Badan Perlindungan Lingkungan AS berencana untuk menyelesaikan kuota pencampuran bahan bakar nabati 2026 pada awal Maret. Sumber-sumber mengindikasikan bahwa aturan final akan mempertahankan volume pencampuran mendekati proposal awal sambil membatalkan rencana kontroversial untuk mengenakan sanksi pada impor bahan bakar terbarukan dan bahan baku.



Tinjauan Situasi

Proposal EPA bulan Juni menetapkan total volume pencampuran bahan bakar nabati sebesar 24,02 miliar galon untuk tahun 2026. Badan tersebut kini sedang mempertimbangkan penyesuaian sedikit ke bawah untuk diesel berbasis bio, menargetkan kisaran 5,2 hingga 5,6 miliar galon. Perubahan ini terkait dengan keputusan untuk membatalkan sanksi impor, yang dirancang untuk mendukung produksi domestik tetapi menuai kritik dari penyuling minyak atas potensi kenaikan biaya.



Dampak Ekonomi dan Pasar

Keputusan ini merupakan kompromi antara kepentingan industri yang bersaing. Produsen bahan bakar nabati akan mempertahankan mandat pencampuran yang meningkat, sementara industri minyak menghindari potensi kendala pasokan dan harga bahan bakar yang lebih tinggi yang terkait dengan sanksi impor. EPA telah memberitahu para pemangku kepentingan bahwa mereka akan mengirimkan proposal final ke Gedung Putih untuk ditinjau bulan ini.



Ringkasan dan Prospek

Aturan final diperkirakan sekitar 30 hari setelah peninjauan Gedung Putih, sejalan dengan finalisasi pada Kuartal 1. Pasar juga akan mengamati keputusan EPA mengenai apakah akan mewajibkan penyuling untuk mengkompensasi volume yang dibebaskan di bawah program pengecualian penyulingan kecil, yang dapat secara signifikan mengubah kewajiban pencampuran akhir.



FAQ

T: Kapan kuota bahan bakar nabati 2026 akan diselesaikan?
J: Badan Perlindungan Lingkungan AS diperkirakan akan menyelesaikan kuota tersebut pada awal Maret, setelah peninjauan oleh kantor anggaran Gedung Putih.

T: Apa perubahan paling signifikan dalam rencana final?
J: Perubahan paling menonjol adalah penghapusan sistem sanksi yang diusulkan untuk bahan bakar nabati impor, sebuah langkah yang menenangkan penyuling minyak yang khawatir tentang kenaikan biaya bahan bakar.



Sumber: Investing.com

Ditulis oleh

User profile image

TrustFinance Global Insights

AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.