TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
3월 13, 2026
2 min read
13

Pemerintahan AS telah meluncurkan dua investigasi perdagangan penting di bawah Bagian 301 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974. Penyelidikan ini menargetkan 16 mitra dagang utama terkait kapasitas industri berlebih dan lebih dari 60 negara terkait dugaan praktik kerja paksa, menandakan dorongan baru untuk tekanan berbasis tarif.
Investigasi ini mencakup ekonomi-ekonomi besar termasuk Tiongkok, Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan. Penyelidikan terhadap kapasitas berlebih berfokus pada sektor-sektor seperti otomotif, dengan menyebut surplus perdagangan yang besar sebagai bukti. Tiongkok secara terbuka membantah klaim tersebut, menyebutnya sebagai 'proposisi palsu' dan menentang langkah-langkah tarif sepihak.
Tindakan-tindakan ini dapat berujung pada tarif baru pada musim panas, menimbulkan ketidakpastian signifikan bagi perdagangan global dan rantai pasokan. Strategi ini menyusul putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif sebelumnya, mendorong pemerintah untuk memanfaatkan otoritas hukum yang berbeda untuk membangun kembali daya tawar perdagangan, terutama dengan Tiongkok.
Pasar keuangan dan mitra internasional akan memantau dengan cermat hasilnya. Pemerintah bertujuan untuk menyelesaikan investigasi sebelum tarif sementara berakhir pada bulan Juli, yang dapat memengaruhi hubungan diplomatik dan menimbulkan volatilitas di sektor-sektor yang terpengaruh seperti otomotif dan manufaktur.
T: Ekonomi-ekonomi besar mana saja yang termasuk dalam penyelidikan kapasitas berlebih?
J: Penyelidikan ini menargetkan 16 mitra, terutama Tiongkok, Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, India, dan Meksiko.
T: Apa dasar hukum untuk investigasi baru ini?
J: Investigasi ini dimulai di bawah Bagian 301 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974, yang membahas praktik perdagangan asing yang tidak adil.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait