TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
May 08, 2026
2 min read
2

Departemen Kehakiman AS sedang menyelidiki skema bernilai miliaran dolar yang diduga menyelundupkan chip Nvidia canggih dan server Super Micro Computer ke Tiongkok. Sebuah perusahaan Thailand, yang diidentifikasi sebagai OBON Corp, diduga menjadi pusat operasi tersebut, bertindak sebagai perantara untuk menghindari kontrol ekspor AS.
Jaksa menuduh bahwa setidaknya $2,5 miliar teknologi kecerdasan buatan AS secara ilegal disalurkan melalui Taiwan dan dikemas ulang di Asia Tenggara sebelum dikirim ke Tiongkok. Dakwaan tersebut menyebutkan nama-nama individu dari Super Micro dan mengidentifikasi Alibaba Group Holding sebagai salah satu pelanggan akhir. Operasi ini secara langsung melanggar larangan AS tahun 2022 untuk mengekspor chip canggih ke Tiongkok karena kekhawatiran bahwa chip tersebut dapat digunakan untuk tujuan militer.
Tuduhan ini memiliki implikasi signifikan bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat. Salah satu pendiri Super Micro, Yih-Shyan Liaw, dan beberapa lainnya telah didakwa, dan perusahaan tersebut juga menghadapi gugatan pemegang saham atas penipuan sekuritas. Penyelidikan ini menyoroti meningkatnya risiko geopolitik dalam rantai pasokan teknologi global, yang berpotensi menyebabkan penegakan hukum yang lebih ketat dan beban kepatuhan bagi perusahaan teknologi internasional. Alibaba telah membantah memiliki hubungan bisnis dengan pihak-pihak yang dituduh.
Kasus ini menggarisbawahi tantangan dalam menegakkan larangan ekspor teknologi dan metode canggih yang digunakan untuk menghindarinya. Pasar akan memantau dengan cermat proses hukum dan tindakan regulasi lebih lanjut dari pemerintah AS, yang dapat memengaruhi valuasi saham semikonduktor dan strategi rantai pasokan.
T: Mengapa chip canggih AS dilarang diekspor ke Tiongkok?
J: Pemerintah AS menerapkan larangan tersebut karena kekhawatiran bahwa teknologi canggih tersebut dapat dimanfaatkan untuk aplikasi militer oleh Tiongkok.
T: Perusahaan mana saja yang terlibat dalam laporan ini?
J: Laporan tersebut melibatkan Super Micro Computer, OBON Corp yang berbasis di Thailand, dan Alibaba Group sebagai dugaan pelanggan akhir. Chip Nvidia adalah teknologi utama yang terlibat.
Sumber: Reuters melalui Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait