TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
मार्च १०, २०२६
2 min read
20

Angkatan Laut Amerika Serikat telah menolak permintaan dari industri pelayaran untuk pengawalan militer melalui Selat Hormuz. Mengutip penilaian risiko serangan yang tinggi, Angkatan Laut menyatakan bahwa menyediakan pengawalan saat ini tidak memungkinkan.
Pengiriman melalui jalur air vital tersebut, yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia, hampir terhenti menyusul dimulainya konflik dengan Iran. Para pejabat Iran telah menyatakan selat tersebut ditutup dan mengancam akan menembak kapal mana pun yang mencoba melintas, dengan beberapa kapal sudah menjadi sasaran.
Penghentian ekspor minyak Timur Tengah telah menyebabkan harga minyak global melonjak ke level yang tidak terlihat sejak tahun 2022. Pemain industri besar seperti Saudi Aramco telah memperingatkan konsekuensi bencana bagi pasar minyak jika gangguan terus berlanjut. Situasi ini menyoroti perbedaan antara penilaian militer dan pernyataan politik yang menjanjikan dukungan.
Para ahli keamanan maritim mencatat bahwa mengamankan selat tersebut sangat sulit, bahkan dengan koalisi internasional. Kapasitas Iran untuk mengerahkan ranjau, drone, dan kapal serang cepat menimbulkan ancaman signifikan dan persisten terhadap kehadiran angkatan laut mana pun di jalur sempit tersebut.
T: Mengapa Angkatan Laut AS tidak menyediakan pengawalan di Selat Hormuz?
J: Angkatan Laut telah menentukan bahwa risiko serangan dari Iran saat ini terlalu tinggi untuk melakukan operasi pengawalan dengan aman.
T: Apa dampak ekonomi utama dari situasi ini?
J: Gangguan ini telah memblokir hampir 20% pengiriman minyak global, menyebabkan kenaikan tajam harga minyak di seluruh dunia.
Sumber: Reuters melalui Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait