Ekonomi Pertanian AS Menghadapi Krisis di Tengah Harga Rendah, Biaya Tinggi

User profile image

TrustFinance Global Insights

1월 15, 2026

2 min read

1

Ekonomi Pertanian AS Menghadapi Krisis di Tengah Harga Rendah, Biaya Tinggi

Sektor Pertanian AS di Bawah Tekanan Keuangan

Sektor pertanian AS menghadapi krisis keuangan yang semakin dalam, didorong oleh kombinasi harga tanaman yang terus-menerus rendah, biaya produksi yang tinggi, dan ketegangan perdagangan yang berkelanjutan. Para petani di seluruh negeri berjuang dengan profitabilitas, menyebabkan meningkatnya kesulitan keuangan dan keputusan operasional yang sulit.

Dinamika Pasar dan Biaya

Kelebihan pasokan biji-bijian global telah mendorong harga komoditas utama seperti jagung dan kedelai di bawah tingkat impas. Menurut analisis data USDA, petani membutuhkan sekitar $5,03 per bushel untuk jagung dan $12,80 untuk kedelai agar menguntungkan, angka yang jauh di atas harga pasar saat ini. Bersamaan dengan itu, biaya input, terutama untuk pupuk, tetap tinggi, semakin menekan margin keuntungan.

Konsekuensi Ekonomi yang Lebih Luas

Tekanan ini meluas melampaui pertanian, berdampak pada ekonomi pedesaan yang lebih luas. Produsen peralatan pertanian seperti Deere & Co., AGCO, dan CNH Industrial telah mengumumkan PHK besar-besaran, mengutip permintaan yang lemah. Lembaga keuangan juga menunjukkan kehati-hatian, dengan pemberi pinjaman seperti CoBank meningkatkan provisi untuk kerugian kredit seiring dengan meningkatnya gagal bayar pinjaman pertanian. Pengajuan kebangkrutan Bab 12 telah melonjak hampir 36% dari tahun ke tahun.

Ringkasan dan Prospek

Prospek ekonomi pertanian AS tetap menantang. Pemulihan bergantung pada beberapa faktor, termasuk penyelesaian sengketa perdagangan, permintaan yang diperbarui dari importir utama, dan kebijakan domestik yang lebih menguntungkan. Tanpa perubahan signifikan, tekanan keuangan pada petani dan komunitas pedesaan diperkirakan akan terus berlanjut.

FAQ

T: Apa penyebab utama krisis pertanian AS?
J: Penyebab utamanya adalah harga tanaman yang rendah berkepanjangan karena surplus biji-bijian global, biaya produksi yang tinggi untuk input seperti pupuk, dan berkurangnya peluang ekspor akibat sengketa perdagangan.

T: Bagaimana hal ini memengaruhi industri di luar pertanian?
J: Hal ini menyebabkan hilangnya pekerjaan yang signifikan di produsen peralatan pertanian, penurunan penjualan, dan pengetatan kredit dari pemberi pinjaman pertanian, yang berdampak pada seluruh ekonomi pedesaan.

Sumber: Investing.com

Ditulis oleh

User profile image

TrustFinance Global Insights

AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.