TrustFinance adalah informasi yang dapat dipercaya dan akurat yang dapat Anda andalkan. Jika Anda mencari informasi bisnis keuangan, ini adalah tempatnya. Sumber informasi bisnis keuangan yang lengkap. Prioritas kami adalah keandalan.

TrustFinance Global Insights
ก.พ. 04, 2026
2 min read
1

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres telah mengeluarkan peringatan keras tentang "keruntuhan keuangan yang akan datang" yang dihadapi organisasi tersebut. Krisis ini berasal dari rekor $1,57 miliar iuran negara anggota yang belum dibayar dan aturan anggaran yang membatasi yang mempersulit pengelolaan keuangan.
Amerika Serikat, kontributor terbesar PBB, bertanggung jawab atas lebih dari 95% dari iuran anggaran reguler yang belum dibayar, dengan total $2,19 miliar per awal Februari. Keterlambatan pembayaran ini sangat berdampak pada anggaran reguler PBB yang disetujui sebesar $3,45 miliar untuk tahun 2026, yang mencakup operasi global, gaji staf, dan pekerjaan pembangunan.
Tanpa pembayaran wajib ini, PBB dapat menghabiskan cadangan kasnya pada bulan Juli, membahayakan kemampuannya untuk mengadakan pertemuan, membayar staf, dan menjaga operasi perdamaian dan keamanan internasional. Tidak seperti pemerintah, PBB tidak dapat meminjam atau mencetak uang, sehingga sepenuhnya bergantung pada kontribusi anggota.
Stabilitas keuangan PBB bergantung pada negara-negara anggota yang memenuhi kewajiban pembayaran mereka. Meskipun organisasi ini mengejar reformasi pemotongan biaya, krisis segera hanya dapat diselesaikan dengan pembayaran iuran yang belum dibayar. Komunitas internasional mengamati dengan cermat tanggapan dari Amerika Serikat, karena pembayarannya sangat penting untuk mencegah penghentian operasional.
T: Berapa banyak utang Amerika Serikat kepada PBB?
J: AS berutang kepada PBB $2,19 miliar untuk anggaran regulernya, ditambah $2,4 miliar untuk misi penjaga perdamaian dan dana tambahan untuk pengadilan.
T: Apa penyebab utama krisis keuangan PBB?
J: Krisis ini terutama disebabkan oleh rekor $1,57 miliar iuran yang belum dibayar dari negara-negara anggota, dengan AS menyumbang sebagian besar dari jumlah ini.
Sumber: Investing.com

TrustFinance Global Insights
AI-assisted editorial team by TrustFinance curating reliable financial and economic news from verified global sources.
Artikel Terkait

04 ก.พ. 2026
Generate Biomedicines Ajukan IPO Nasdaq